Showing posts with label diseases. Show all posts
Showing posts with label diseases. Show all posts

Sunday, April 28, 2013

Tentang Sembelit

Beberapa hari yang lalu saya sungguh merasa amat sangat tersiksa wahai sodara-sodara sebangsa dan setanah air. Siksaan itu berupa penyakit lama yang kambuh kembali. Panas dalam (sariawan) dan sembelit. Ampun biyuuuuuunnngggg ampuuuuunnn... kapok bangettt..

Jadi ceritanyah si penyakit penyakit itu kambuh dalam waktu yang bersamaan. Si Hubby waktu denger sembelit saya kambuh langsung panik setengah mati karna dia masih trauma sama alm. Mama mertuaku tersayang yang awal ngedropnya dari sembelit.

Balik lagi ke soal sembelit, biasanya cukup diatasi dengan nyeruput secangkir kopi favorit trus langsung "plos nonggg". Tapi kali ini sungguh amat sayang secangkir kopi itu tidak berhasil. Bahkan meski saya sudah menambah porsinya menjadi dua cangkir, bukannya "plos nong" malah mual yang ada. Sakit Maag saya hampir ikutan kumat juga jadinyah. *tepok jidat*

Trus karna si Panas dalam juga ikutan kumat, Ibuku tersayang menyarankan rutin mengkonsumsi jus buah pepaya. Sebagai anak yang baik, dan karna bener bener kepengen sembuh juga, saya turuti nasihat beliau. Namun saya masih belum beruntung. Panas dalam gak ilang, sembelit juga masih mendera. Perut rasanya begah bangett.. >,<;;;

Di tengah keputus asaan yang mendera karna panas dalam dan sembelit yang menyiksa, saya pun mulai mengkonsumsi obat-obatan herbal yang "katanya" bisa membantu melancarkan sembelit. Tapi hasilnya hanya sampai buang gas aja. Fesesnya masih blom kebuang juga *nangis meraung-raung*

Suatu hari sepulang kerja, saya mampir ke sebuah mini market di dekat tempat kerja saya. Di antara belanjaan lainnya, saya membeli satu pak minuman susu fermentasi yang slogannya "Saya minum dua!" saya satu aja deh biar irit dan satu strip obat pencahar. Sampai di rumah, anak-anak langsung nyerbu susu fermentasi itu. Saya juga ikutan minum. And, viola..!! Langsung bereaksi. Perut saya mules. Ngebut ke toilet. Dan bomnya pun meledak. Thanks to obat pencahar herbal dan jus buah pepaya yang saya minum dengan rutin, bomnya nggak meledak terlalu "keras dan menyakitkan" hehehehe

Entah obat yang mana yang berhasil melancarkannya. Yang jelas perut saya sekarang sudah kembali normal dan panas dalam pun sudah hilang.

Postingan macam apa inih?? *geleng geleng kepala*

Thursday, July 12, 2007

Don't Give Up!

Makasih makasih buat yang udah mendoakan kesembuhan saya. Makasih juga buat yang udah ngejewer saya dan ngejorong jorongin saya buat segera pergi ke dokter. I attended the doctor yesterday. And, yes, he said that I got what so-called Infeksi Saluran Kemih (ISK). Belom parah memang, karena untungnya *dasar orang Indonesia!* saya segera memeriksakannya ke dokter. Jadi dokter pun bisa dengan segera mengobatinya.

Awalnya mau disuntik. Tapi saya *silahkan panggil saya pengecut untuk kasus yang ini* penderita phobia jarum suntik! Jadi saya lebih memilih minum obat. Untung dokternya baik, obatnya cuman tiga macem.

Anyhowz, saya juga mau cerita pengalaman saya kemarin jalan-jalan ke sebuah stasiun teve yang berlokasi di bilangan Kedoya, JakBar. Yah, ga jalan-jalan dalam arti piknik, sih. Saya pergi ke sana karena mendengar kabar dari Tenyom dan Ibu saya bahwa pada tanggal 10 dan 11 Juli akan diadakan Walking Interview untuk posisi TV Journalist Trainee di sana. Dan sebagai ikhtiar mendapatkan pekerjaan baru dengan memantapkan hati saya pun pergi ke stasiun teve itu.

Begitu sampe, ternyata udah banyak yang antri menunggu giliran dipanggil tes interview pertama. Dengan sotoynya, saya langsung menuju meja pendaftaran dan menuliskan nama lengkap, almamater, dan nomor telepon. Lalu, celingukan nyari restroom *secara saya dah nahan pipis sejak masih di bus Sukabumi-Kalideres T_T*

Selesai dengan urusan bootycall di restroom, saya duduk di kursi tunggu yang tersedia. Tapi saya heran, memangnya kalo interview di stasiun teve gitu dan dengan posisi vacant sebagai TV Journalist, auranya persaingannya kerasa banget yah? *bulu kuduk saya sampe berdiri, merinding!* Secara saya baru pertama kali itu interview buat kerja di dunia tv broadcast.

Pasalnya, saat saya menjejalkan pantat saya yang tipis ini ke atas kursi, langsung, deh, para interviewee yang sudah terlebih dulu duduk dan bergosip tentang-apa-itu-saya-gak-tau diam membisu dan bengong melihat saya. Err... did I look weird? Did I dressed up badly? Or, were there something wrong with my appearance? Well, whatever! Dan saya segera memutuskan untuk tersenyum pada mereka dan membalas SMS tenyom yang menanyakan apakah saya sudah sampai atau belum ke stasiun teve itu.

Tunggu punya tunggu, sekitar 1,5 jam kemudian saya baru dipanggil masuk untuk tes interview. Kelar interwiew, kembali saya nunggu pengumuman untuk tes on cam. Tidak terlalu lama buat saya untuk mengetahui apakah saya bisa lolos ke tes on cam atau tidak. Karena sekitar 15 menit kemudian, petugas recruitment muncul dan membacakan nama-nama peserta yang lulus untuk tes on cam. Meski sempat panik karena saya salah mengucapkan kata knowledge menjadi education, but I was on the list *senyum lebar*

Pada tes on cam ini saya diharuskan untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Bisa dibilang gak terlalu sulitlah untuk masalah introduction ini. Yang bikin saya deg-deg-plass adalah setelah introduction, saya harus menyampaikan reportase sebuah berita. Untuk topiknya bebas, boleh kriminal, politik, budaya, apa aja deh asal itu reportase dan bukan opini saya secara pribadi. Yang makin bikin saya jiper adalah,
reportase disampaikan dalam bahasa Inggris *karena vacant ini untuk siaran dalam bahasa Inggris*
saya bingung mau ngomong apa secara belakangan saya ga ngikutin secara detail berita yang ada
waktu yang disediakan sangat mepet *sekitar 10 menit untuk merangkai berita dan berlatih menyampaikannya*
saya harus menyampaikan reportase itu di depan camera di hadapan pada dewan juri yang terhormat yang memiliki hak penuh untuk menentukan apakah saya akan lolos untuk psikotest atau tidak!

Oh, well! Whatever will be just be! Pasrah aja, deh!

Dan, hasilnya... saya ga lolos tes on cam untuk kemudian maju ke tahap psikotest. My mistake is, karena terlalu gugup saya sempat beberapa kali stuck in the middle of the report! Emang ga rejeki! Dan saya pun pulang ke Bogor dengan perasaan campur aduk. Heuhuehehehe...

Memang dari awal saya gak terlalu berharap bakal diterima. Karena entah kenapa, sejak pagi rasanya adaaaa saja hal-hal yang bikin saya berpikir untuk mengurungkan niat pergi ke Kedoya. Yang sakit karena anyang-anyangen lah, yang sakit perutlah... Tapi, namanya juga ikhtiar, yang penting 'kan saya berusaha. Diterima atau tidaknya saya bekerja, itu urusan belakangan. Karena, toh, rezeki, jodoh, dan kematian semua sudah ada yang mengaturnya *siapalagi kalo bukan Allah SWT*

Ah, jadi pengen pasang lagu Josh Groban!!! xP

P.S.
saya benci restroom yang di bilik klosetnya ga ada keran buat membasuh bagian vital setelah urusan bootycall!!!

Tuesday, July 10, 2007

Sakiiitttt!!!

Yak, kemaren ngomongin sunat! Sekarang saya mo ngomongin pipis! ahahahahah.... *semoga blog ini ga berubah jadi blog jorok yang pembahasanannya seputar daerah 'situ'. Amien*

Jadi, yah... saya sedang kesakitan saat ini. Sakit pada saat *lebih tepatnya sesudah* buang air kecil a.k.a pipis. Udah tiga harian ini siy... cuman kesalahan saya adalah lagi2 saya sulit meluangkan waktu untuk check up ke dokter! Padahal udah sakit bangetttt!!

Kalo kata ibu saya yang notabene adalah orang Sunda, katanya sakit yang saya derita ini namanya jeungjeuriheun *itu basa Sunda, saya ga tau bahasa Indonesianya* Dan karena saya juga penasaran dan siapa tau bisa nyari obatnya tanpa harus ke dokter *sehubungan saya emang lagi hectic dengan bermacam-hal-yang-bagi-banyak-orang-ga-penting-tapi-bagi-saya-penting- banget-dan-berkaitan-dengan-masa-depan-saya* jadi siang ini saya menyempatkan browsing lewat internet kantor *pastinya!*

Dan saya menemukan kedua artikel ini.

Setelah saya baca... Saya jadi deg-degan... pasalnya, gejalanya mirip!
berasa pengen pipis padahal engga
berasa ga selese selese pipisnya padahal udah ga keluar air pipisnya
sekalinya pipis, sakit banget udahannya!

weww.... kalo udah gini saya mau gak mau harus nyempetin buat ke dokter nih! tapi check schedule *gaya benerrr* masih padet bangetttt... doakan saya bisa segera meluangkan waktu ke dokter yupz! ^^v

P.S.
Saya JANJI, postingan selanjutnya saya gak akan ngebahas seputar kemaluan lagi. Jadi jangan berhenti mampir dan absen di blog ini yupz! ^^v

Friday, June 8, 2007

Filariasis

Dikenal sebagai penyakit Kaki Gajah. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing mikrofilaria yang disebarkan oleh nyamuk anopheles, culex, mansonia, aedes, dan anmigeres. Proses penyebarannya yang sangat cepat dan lamanya proses penyembuhan, membuat penyakit ini tergolong cukup berbahaya.

Hampir setiap jenis nyamuk bisa membantu penyebaran penyakit Kaki Gajah ini. Tanpa mengenal batasan umur dan strata sosial, penyakit ini akan berkembang di dalam tubuh manusia yang telah terinfeksi. Meski tidak bersifat mematikan, namun penyakit ini merupakan penyakit menahun. Setelah ratusan bahkan ribuan kali terinfeksi, cacing filaria yang berkembang di dalam pembuluh lymph akan mengakibatkan pembengkakan seperti pada tubuh gajah. Dan jika tidak terobati akan menimbulkan cacat yang menetap berupa pembengkakan pada bagian tubuh seperti tangan, kaki dan alat kelamin laki-laki dan perempuan.

Gejala penyakit kaki gajah (filariasis) yang biasanya muncul adalah demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening tanpa luka di daerah lipatan paha, ketiak, dan tampak kemerahan. Kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluatkan nanah serta darah. Sasaran penyakit ini juga dapat terjadi pada pembebasaran tungkai, lengan, buah dada, kantong buah zakar.

Deteksi penyakit ini harus dilakukan di laboratorium melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dilakukan pada malah hari sebab sifat filaris pergerakan dalam tubuh hanya pada malam hari. Seseorang dinyatakan menderita kaki gajah jika dalam darah ditemukan mikrofilaria.

Pencegahan adalah menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. Sewaktu tidur menggunakan kelambu, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk.

Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat berkembangbiaknya nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk, membersihkan semak-semak di sekitar rumah juga sebagai upaya tindakan preventif atau pencegahan.

Vaksin untuk mencegah penyakit kaki gajah masih belum ada. Satu-satunya cara pencegahan adalah agar manusia tidak digigit nyamuk. Mengingat hampir semua jenis nyamuk bisa menularkan mikrofilaria dan tersebar luas di berbagai tempat maka yang harus dilakukan adalah menerapkan prinsip kebersihan lingkungan.

Penderita kaki gajah dapat mengobati penyakit ini dengan cara membunuh cacing dewasa dan anak cacing. Obat untuk membunuh cacing filaria sudah diketahui yakni Diethyl Carbamazine Citrate (DEC). Obat ini sangat ampuh membunuh filaria, namun memberikan efek samping berupa demam, sakit kepala, sakit otot, atau pusing dan mual.

Artikel disadur dari sini.
Gambar diambil dari sini.
-------------------------------
Dan hari ini saya akan ijin pulang lebih cepat setelah berita sms dari Ibu yang mengatakan akan ada penyuntikan vaksin pencegah Filariasis di daerah rumah saya. Kabarnya, Filariasis saat ini tengah mewabah di wilayah Banten dan Jawa Barat *Bogor ada di Jawa Barat 'kan?*.