Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Sunday, January 13, 2008

Kakiku oh Kakiku

I have a very serious problem with my foot! Masalah yang sangat pelik!

Saya seringkali merasa bingung dengan kaki saya ini. Masalahnya, setiap kali saya membeli sepatu baru, hanya dalam hitungan paling lama *seingat saya* tiga bulan maka kamu akan menemukan sepatu baru itu sudah rusak karena saya pakai! Entah tali sepatu/sandalnya yang putus, menganga minta dilem dan dijahit ulang,ataupun robek di bagian ornamennya.

Bayangkan, dong, tiga bulan! Itu sebabnya saya rada sayang mengeluarkan uang banyak untuk membeli sepatu mahal. Karena saya punya pengalaman tragis dengan sepatu mahal dikarenakan oleh kaki saya ini!

Sekitar setahun yang lalu, saya pernah membeli sebuah sepatu bermerk yang lumayan mahal *tapi saya dapatkan dengan harga super duper miring karena lagi diskon gede gedean!* tapi, yah, itu tadi, sepatunya sudah jebol hanya dalam waktu tiga bulan!! Dan ketika saya sodorkan ke tukang sol untuk diperbaiki *sepatu mahal dibenerin ke tukang sol ga pa pa kan? xP* ternyata dia gak sanggup memperbaiki dan mengatakan sepatunya sudah rusak sangat parah!

Well, kalau menurut saya, sih, seharusnya masih bisa diperbaiki. Menurut saya, sih, untuk memperbaikinya cukup di lem dan dijahit kembali bagian yang menganga-nya. Tapi beliau bilang gak sanggup. Begitu juga saat saya sodorkan sepatu itu ke tukang sol lainnya. Kembali ia menyatakan tidak sanggup. Padahal itu termasuk salah satu sepatu favorit saya! *berurai air mata*

Dan si Tenyom sangat tidak menolong karena berulang kali ia mengatakan,

Hati-hati pake sepatu gue! Jangan lo rusakin!

atau

kaki lo kaki apaan, sih?! Pake sepatu apaaaa... aja! Mau yang mahal kek! Yang murahan apalagi! Pasti rusak kalo kaki lo udah masuk ke dalem tu sepatu! Hati-hati kalo nyoba sepatu di toko! Bisa-bisa lo disuruh bayar semua sepatu yang lo coba dan langsung lo rusakin!

setiap kali saya berniat untuk meminjamsepatu miliknya. Teganya!!! *sigh*

Monday, October 8, 2007

Jobless n Happy Lebaran!!

Huwaaaahh.. kalo lihat tanggal terakhir postingan saya rasanya sudah lama sekali saya mengacuhkan blog ini. Sebetulnya sempat beberapa kali terbersit keinginan dan pelaksanaan untuk meng-update blog ini. Tapi hanya sampai membuat draft saja. Belum sampai tahap mempublikasikan postingan baru. Mudah-mudahan kali ini bisa dipublish... heuheuheu....

Pertama-tama saya akan mengumumkan bahwa saya sekarang ini sedang officially jobless a.k.a pengangguran. Hari kamis minggu lalu saya resmi tidak bekerja lagi di kantor yang ada di Kebayoran Lama itu. Many reasons, but I guess I can't tell you what's the reasons.. xP

Tapi yah, namanya juga si Kana. Biar pengangguran juga tetep ajah acaranya seabreugh!! Pengacara nih judulnya! Heuheuheu... Mulai dari jadwal bukbar sama temen-temen lama, bukbar sama keluarga besar yang tiap weekend pasti genti rumah tempat bukbarnya, sampe jadwal shopping perlengkapan buat lebaran. Sayangnya, karena lagi jobless, saya harus mengurangi segala macam pengeluaran supaya bisa tetap bertahan sampai saya dapet gaji pertama di tempat baru (lagi).

Banyak orang menyayangkan keputusan saya berhenti. Tapi apa boleh dikata, saya sudah benar2 gak betah dan gak sanggup bertahan di sana. Sistem, suasana, dan lingkungan kerja yang tidak cocok dengan saya membuat saya harus mengambil keputusan berat itu. Tapi sudahlah, tidak perlu diperpanjang toh?

Bicara puasa, sebentar lagi kita (ummat muslim) akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri a.k.a Lebaran. Untuk itu, saya ingin mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1418 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Maaf jika selama ini saya telah menyinggung sesiapapun yang mampir ke blog ini dan membaca postingan saya yang nylekit. Maaf juga kalau saya tidak meninggalkan jejak saat berkunjung balik ke blog anda. Bukan bermaksud menghina atau menyatakan tidak suka secara terang-terangan. Tetapi terkadang saya terhimpit batasan waktu, sehingga saya tidak sempat meninggalkan jejak apapun di blog anda.

Ummb, apalagi yah? Pengen ngomongin sesuatu. Tapi nanti lagi deh saya sambung. *Again, my mum had just called me to get back home in a hurry since we have to prepare the food and stuffs for the fasting break together this afternoon with my mum's big family at our little sweet home* So, tata for now!


Thursday, September 20, 2007

Antara Gigi dan Mimpi

Katanya, mimpi itu bunga tidur. Bisa jadi kenyataan, bisa juga cuma khayalan yang ga pernah jadi nyata. Katanya lagi, mimpi yang akan jadi kenyataan atau bermakna sesuatu hanyalah mimpi yang terjadi pada saat kita tidur di malam hari. Sedangkan kalau mimpi itu terjadi saat kita tidur di siang hari atau sudah lewat waktu fajar, maka tidak akan terjadi apapun yang berkaitan dengan mimpi itu.

Ada apa, sih, saya ngomongin mimpi hari ginih? Ga ada... cuman saya masih terngiang mimpi saya tadi pagi saat saya tidur kembali setelah sahur *ga tadarusan karna pas adzan subuh saya muntah2, jadi memilih untuk beristirahat karena siang tadi saya harus berpanas panasan naik motor untuk liputan ke daerah Menteng*

Jadi, *saya juga lupa, sih awal mimpinya seperti apa* saya mimpi gigi saya ini membusuk dan rontok satu persatu.

Saya memang termasuk golongan orang yang tidak terlalu peduli pada kesehatan giginya. Padahal gigi saya banyak yang sudah bolong bolong minta ditambal. Cuma saya suka malas untuk pergi ke dokter gigi. Bukan karna saya takut sama dokternya. Tapi karna saya bosan! Sedari kecil, saya selalu bolak balik ke dokter gigi karena gigi saya memang selalu bermasalah sejak saya masih kecil. Hasilnya, setelah saya sebesar ini *emang segede apa si Kana yang berbadan kurus ini?* saya jadi malas karena bosan kalau harus pergi ke dokter gigi.

Nah, di mimpi saya itu, saya mendapati gigi saya sedikit retak saat teraba oleh lidah. Sambil iseng, lidh saya asik merabai *halah* retakannya hingga akhirnya patah. Anehnya, saya gak panik.. dengan santainya, saya mendorong gigi atas bagian samping kanan. Dan jrengjrengjrengjreng! Giginya copot pot! Lebih aneh lagi, gusi saya tidak mengeluarkan darah setetspun. Dan entah kenapa, saya pun seolah sudah terbiasa dengan hal itu. Dan rontoknya gigi tidak berhenti sampai disitu!

Setelahnya, satu persatu gigi-gigi saya yang lainnya rontok bersamaan dengan ketidak sengajaan lidah saya yang iseng bergerak gerak di dalam mulut....

Apakah itu berarti sesuatu? Karna mimpinya muncul saat fajar telah lewat.... Kumaha tah?

Tuesday, September 4, 2007

New Office

Buat yang sudah menanti lama berita tentang kantor baru saya, sekarang saatnya menyimak! Hehehe... *sok penting*

Yah, setelah minggu kemarin bersedih sedih ria bersama rekan rekan satu redaksi di majalah anak itu, minggu ini saya memulai hidup baru di kantor yang baru pula. Kesannya?

Agak sedikit tertekan!

Berada di kantor baru jelas membuat saya harus kembali beradaptasi dengan segala situasi, kondisi, dan sistem kerja di sini. Dan hal itu sedikit banyak membuat saya tertekan. Ada banyak perbedaan yang harus disesuaikan antara sistem kerja lama dengan sistem kerja yang baru. However, hope I'll succeeded it!

Gak banyak yang bisa saya ceritakan saat ini, karena saya pun toh baru dua hari ini berada di sini. Mungkin perasaan tertekan itu hanyalah sekedar sindrom berada di lingkungan kerja yang baru.

Ummbb... ceritanya nanti lagi saja, ya! Gotta go to meet a celebrity who had just lost her to-be-born-baby! *iya, sekarang saya ketemunya sama seleb beneran setelah selama ini cuman ketemu sama artis cilik yang bahkan blom punya nama di dunia entertain!*

Friday, August 3, 2007

Pets

Siapa punya hewan peliharaan di rumah? Iseng aja, siy, mau share. Saya adalah tipikal orang penyayang binatang tapi gak bisa memelihara binatang di rumah. And when I say I can't, I'm saying it seriously!

Dulu banget... saya pernah punya kucing. Bulunya warna putih dengan totol2 hitam. Namanya Ucrit *yeah, milih nama dengan ngasalnya* Dia ini dulunya punya tante saya yang cinta mati sama kucing. Karena ngiri sama tante saya yang punya piaraan, saya pun ngerengek2 minta kucing sama beliau. Dan dikasihlah si Ucrit itu. Katanya, biar kucingnya nurut, dy *si kucing* harus nelen ludah yang punya *yaiks!* Jadi saya pun dengan penuh semangat meludah ke dalam mulutnya biar si Ucrit nurut sama saya. Yah, kucing aja tau kalo ludah itu ga higienis, yang ada malah pipi saya dicakar! hewhewhew... Mungkin karena itu juga, jadi dy kabur di tengah malam. Gak pernah kembali sampe detik ini ke rumah saya atopun ke rumah tante saya. Mungkin merasa terhina, ya, bo'! Aheuhehehe....

Setelah Ucrit, saya pelihara lagi sekor kucing. Kali ini karna saya liat dy lagi neduh di teras rumah saya di suatu hari hujan. Pas saya kasih susu, dy minum. pas udah abis dan hujannya berenti, dy tetep ngeong2... yawes, dibawa masuk ke dalam rumah. Sempet dapet protesan dari si ayah. Katanya percuma, deh, mliara kucing, paling juga ngabur lagi gara2 ogah ngeliyat majikannya! Huh! Bokap koq gak ngedukung keinginan anaknya untuk berempati dan bersimpati sama sesama makhluk Tuhan siy?

Tapi Bokap bener siy, cuman bertahan seminggu sebelum akhirnya dy ngilang gak balik lagi. Mungkin ketemu sama majikan yang ngasih susu plus whiskas kali! *kucing kampung dikasih whiskas???*

Setelah itu lama saya gak punya peliharaan di rumah. Sampe akhirnya dua tahun yang lalu. Gara2 mabok nonton anime Hamtaro, saya ngiler pengen mliara hamster! Sebagai pacar yang baik, si Gentong pun membelikan saya sepasang hamster *err, dua2nya cowok siy... soale si Gentong ga bisa bedain hamster cowo ama hamster cewe* Si ayah udah mengeluarkan jurus ledekan paling yahudnya,
paling juga bentar lagi mati!

Huh! Tega bener siy saya punya ayah! Ga mendukung hasrat penyayang binatangnya si anak! Panas sama ledekannya si Ayah, saya rawat dengan hati2 itu hamster. Tapi hamster yang satu cuma bertahan dua malem sebelum akhirnya, yes, mati. Masuk angin karna kandangnya saya taro deket jendela kamar *memang majikan penyiksa!* Karna kasian, Ibu beli lagi sepasang *masih cowo dua2nya* buat nemenin yang tinggal satu. Karena jumlahnya banyak *jadi ada tiga* dan hamster2 itu ada cepet gemuk, daripada umpel2an di satu kandang yang sempit akhirnya saya pindahkan ke kandang yang lebih besar. Si Ayah kali ini berbaik hati ngebikinin kandangnya.

Baru setelah kandangnya jadi saya tau bahwa hamster sebaiknya tidak disatukan di dalam satu kandang *kecuali kalo mo dikawinin* Karna sibuk ngurusin skripsi, meluangkan waktu untuk acara hunting nyari dua kandang tambahan pun sulit sekali. Dan karena skripsi pula, saya mulai lupa ngasih makan hamster2 itu *untungnya Ibu berbaik hati mau ngurusin makannya*. Lupa ngebersihin kandangnya *yang ini gak seorangpun rela menyisngsingkan lengan baju dengan alasan ogah dan gak tahan sama bau pesingnya!* pokoknya terlantar, deh!

Sampe suatu hari, saya menemukan salah satunya mati. Lalu yang satu lagi mati keesokan harinya. dan yang terakhir pun mati dengan sukses di hari esoknya lagi. *sigh* maafkan saya hamster2 mungil.... *sigh*

Dan sekarang, saya sedang menimbang2 untuk memelihara kura2. Kali ini ditentang mati2an sama adik saya, si Tenyom. Katanya,
Lo tuh ya! Kura2 itu hewan yang dilindungi tau! Dan dy itu akan lebih baik kalo hidup di habitatnya sendiri! Di alam luar! Bukan di dalem kandang ato akuarium!

Well, yaseh... tapi saya ngiler banget pengen punya kura2... tapi, saya memang masih trauma siy. Soale si Tenyom mengingatkan saya akan ketidak becusan saya mengurusi hewan peliharaan,
Lagian, lo tuh ga pernah sukses 'kan mliara hewan? Kucing, pada kabur! Hamster, pada mati! Lo mo ngebunuh itu kura2 langka juga kalo lo pliara?

Huhuhu... menohok!!!

Monday, July 23, 2007

HAN, Ultah, Nasib Anak Bangsa

Selamat Hari Anak Nasional buat semua yang masih merasa anak-anak di Indonesia ini.
Selamat Hari Ulang Tahun yang ke empat buat majalah tempat saya selama ini bernaung mengais segenggam berlian *yang ga pernah saya dapet sampe sekarang*
Umm, posting ini di awali dengan sebuah pertanyaan
akan jadi seperti apa nasib anak bangsa saat ini dan di masa yang akan datang?

Pertanyaan yang mungkin terkesan serius padahal dilontarkan dengan isengnya itu berasal dari salah seorang teman yang mulai lelah ngeblog *katanyah*
Berikut percakapan detailnya:

Vasili Vasilovitch: fk apaan tu kan?
Vasili Vasilovitch: fak kedokteran?
Vasili Vasilovitch: aslinya dokter yah?
Vasili Vasilovitch: dokter paan?dokter jiwa?
Vasili Vasilovitch: hihihihih
kana haya: fk = fantasi kids
kana haya: majalah tempat gw ngais segenggam berlian
kana haya: :))
Vasili Vasilovitch: ooooh itu
Vasili Vasilovitch: taw gw
kana haya: iya,
kana haya: hari ini ultah dy
kana haya: ucapin selamat dunkz ke gw!
kana haya: :D
Vasili Vasilovitch: segmen anak tk tap isinya ut anak abg
Vasili Vasilovitch: koran g jelas
Vasili Vasilovitch: kesian anak jaman skrg
Vasili Vasilovitch: masih tk dah dicekokin boyband
Vasili Vasilovitch: slamet slamet slamet
Vasili Vasilovitch: yg ke 5 yah?
Vasili Vasilovitch: eh lebih deng
kana haya: udah ga gitu lagi dodol!!!
Vasili Vasilovitch: ampir 10 thn kan?
kana haya: :-w
kana haya: engga fk baru 4 taun
Vasili Vasilovitch: masa ci
Vasili Vasilovitch: dulu 2thn yl aku baca masa isinya weslip
Vasili Vasilovitch: aku langsung mengelus dada
Vasili Vasilovitch: masya Allah anakku besok gimane nasipnyah,..teka ja lom dah dicekokin mamamia afi kdi
kana haya: yah... gapapa dunkz...
kana haya: kan itu ajang kreatipitas
kana haya: *iya, gw juga muntah
Vasili Vasilovitch: yg paling mengenaskan tu kontes dai cilik
Vasili Vasilovitch: anak kecil nguliahin org tua, dah gitu dikeplokin pula
Vasili Vasilovitch: ck ck ck
Vasili Vasilovitch: apa jadinya indonesa
kana haya: hmm...
kana haya: iya siy...
kana haya: apa ya jadinya?
Vasili Vasilovitch: jadinya ya ky gini..kerja malah cating
Vasili Vasilovitch: kerja apa cating?
Vasili Vasilovitch: wakakakak
kana haya: :))

It makes me think about the National Children's Day which is celebrated today, Jully 23.

Kemarin sudah diselenggarakan sebuah acara kenegaraan yang bertempat di Dufan, Ancol. Banyak anak yatim piatu dan tidak mampu yang dengan sengaja diundang oleh Bapak Presiden yang Terhormat untuk bermain di tempat hiburan keluarga yang semakin mahal harga tiket masuknya itu. Lalu, setelah itu apa?

Apakah setelah acara itu nasib anak-anak Indonesia akan menjadi lebih baik? Jadi ingat tayangan berita di salah satu stasiun televisi *hampir setiap stasiun televisi menayangkan momen ini sebetulnya* yang menayangkan momen teleconference antara Bapak Presiden yang Terhormat dengan anak-anak di Aceh dan Papua. Saat si Bapak terharu kala menjawab permintaan si anak dari Papua *saya lupa namanya siapa* saya tidak tersentuh.

Silahkan bilang saya tidak berempati. Tapi bukan cuma dia seorang yang begitu. Di negeri ini ada jutaan anak usia sekolah yang ga bisa sekolah karena orangtuanya tidak mampu secara finansial. Dan karena itu, mereka hanya bisa jadi buruh di bawah usia kerja. Atau sekedar menjadi pengemis dan pengamen jalanan. Bahkan berdagang dengan cara mengasong juga jadi pilihan untuk dapat bertahan hidup.

Ya, ada sih memang yang dengan sukarela melakukan hal itu bahkan enggan kembali ke sekolah. Dan penyebabnya tentu kita sudah tahu, mereka sudah mengerti arti sebuah rupiah! Saat mereka merasa sudah bisa menghasilkan uang tanpa harus mengenyam pendidikan yang harganya selangit, untuk apa kembali ke sekolah?

Saya hanya merasa, buat apa, sih, hal-hal-seperti-meminta-kepada-Presiden dibesar-besarkan? Gak Penting! Karena toh, seperti yang saya katakan di postingan saya yang sebelumnya, Bapak yang Terhormat itu cuma bisa janji! Tapi pembuktiannya gak ada! Okelah, mungkin dy sudah menginstruksikan anak buahnya yang segudang lebih itu untuk segera menyelesaikan masalah pendidikan bagi generasi muda bangsa. Tapi apakah dy pernah ingat untuk mengawasi kinerja dan memeriksa laporan secara seksama? Terlalu sibuk berkeliling dan berdiplomasi, tau gak!

Balik lagi ke percakapan saya dan teman saya itu. Akan jadi apa nasib anak bangsa nanti? Kalau sekarang mereka hanya dicekoki dengan sinetron-gak-bermutu-yang-menjual-kapitalisme- dan-materialsme-serta-gaya-hidup-hedonis? Acara ajang unjuk bakat yang menimbun mimpi semacam AFI, Indonesian Idol, Mamamia, dan Dai Cilik? Berita-berita kriminal tentang perampokan, pencopetan, pemerkosaan, pelecehan seksual, penganiayaan, bunuh diri, mutilasi, dan hal-hal kejam lainnya?

Jangan heran, kawan, kalau kamu melihat gambaran bangsa yang bobrok dan dilaknat Tuhan! Enggak, saya gak sok suci. Saya juga terkadang menonton acara2 semacam itu. Tapi saya kurang menyukainya. Karena bagi saya, hal-hal semacam itu bukan untuk diekspos ke khalayak ramai. Tapi, bagaimanapun... saya ternyata membutuhkan anak-anak kecil itu sebagai penyambung hidup saya di majalah ini.

Anj**g!!! Guwa ko jadi ga bermoral ginih!! *sigh*

Thursday, July 12, 2007

Don't Give Up!

Makasih makasih buat yang udah mendoakan kesembuhan saya. Makasih juga buat yang udah ngejewer saya dan ngejorong jorongin saya buat segera pergi ke dokter. I attended the doctor yesterday. And, yes, he said that I got what so-called Infeksi Saluran Kemih (ISK). Belom parah memang, karena untungnya *dasar orang Indonesia!* saya segera memeriksakannya ke dokter. Jadi dokter pun bisa dengan segera mengobatinya.

Awalnya mau disuntik. Tapi saya *silahkan panggil saya pengecut untuk kasus yang ini* penderita phobia jarum suntik! Jadi saya lebih memilih minum obat. Untung dokternya baik, obatnya cuman tiga macem.

Anyhowz, saya juga mau cerita pengalaman saya kemarin jalan-jalan ke sebuah stasiun teve yang berlokasi di bilangan Kedoya, JakBar. Yah, ga jalan-jalan dalam arti piknik, sih. Saya pergi ke sana karena mendengar kabar dari Tenyom dan Ibu saya bahwa pada tanggal 10 dan 11 Juli akan diadakan Walking Interview untuk posisi TV Journalist Trainee di sana. Dan sebagai ikhtiar mendapatkan pekerjaan baru dengan memantapkan hati saya pun pergi ke stasiun teve itu.

Begitu sampe, ternyata udah banyak yang antri menunggu giliran dipanggil tes interview pertama. Dengan sotoynya, saya langsung menuju meja pendaftaran dan menuliskan nama lengkap, almamater, dan nomor telepon. Lalu, celingukan nyari restroom *secara saya dah nahan pipis sejak masih di bus Sukabumi-Kalideres T_T*

Selesai dengan urusan bootycall di restroom, saya duduk di kursi tunggu yang tersedia. Tapi saya heran, memangnya kalo interview di stasiun teve gitu dan dengan posisi vacant sebagai TV Journalist, auranya persaingannya kerasa banget yah? *bulu kuduk saya sampe berdiri, merinding!* Secara saya baru pertama kali itu interview buat kerja di dunia tv broadcast.

Pasalnya, saat saya menjejalkan pantat saya yang tipis ini ke atas kursi, langsung, deh, para interviewee yang sudah terlebih dulu duduk dan bergosip tentang-apa-itu-saya-gak-tau diam membisu dan bengong melihat saya. Err... did I look weird? Did I dressed up badly? Or, were there something wrong with my appearance? Well, whatever! Dan saya segera memutuskan untuk tersenyum pada mereka dan membalas SMS tenyom yang menanyakan apakah saya sudah sampai atau belum ke stasiun teve itu.

Tunggu punya tunggu, sekitar 1,5 jam kemudian saya baru dipanggil masuk untuk tes interview. Kelar interwiew, kembali saya nunggu pengumuman untuk tes on cam. Tidak terlalu lama buat saya untuk mengetahui apakah saya bisa lolos ke tes on cam atau tidak. Karena sekitar 15 menit kemudian, petugas recruitment muncul dan membacakan nama-nama peserta yang lulus untuk tes on cam. Meski sempat panik karena saya salah mengucapkan kata knowledge menjadi education, but I was on the list *senyum lebar*

Pada tes on cam ini saya diharuskan untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Bisa dibilang gak terlalu sulitlah untuk masalah introduction ini. Yang bikin saya deg-deg-plass adalah setelah introduction, saya harus menyampaikan reportase sebuah berita. Untuk topiknya bebas, boleh kriminal, politik, budaya, apa aja deh asal itu reportase dan bukan opini saya secara pribadi. Yang makin bikin saya jiper adalah,
reportase disampaikan dalam bahasa Inggris *karena vacant ini untuk siaran dalam bahasa Inggris*
saya bingung mau ngomong apa secara belakangan saya ga ngikutin secara detail berita yang ada
waktu yang disediakan sangat mepet *sekitar 10 menit untuk merangkai berita dan berlatih menyampaikannya*
saya harus menyampaikan reportase itu di depan camera di hadapan pada dewan juri yang terhormat yang memiliki hak penuh untuk menentukan apakah saya akan lolos untuk psikotest atau tidak!

Oh, well! Whatever will be just be! Pasrah aja, deh!

Dan, hasilnya... saya ga lolos tes on cam untuk kemudian maju ke tahap psikotest. My mistake is, karena terlalu gugup saya sempat beberapa kali stuck in the middle of the report! Emang ga rejeki! Dan saya pun pulang ke Bogor dengan perasaan campur aduk. Heuhuehehehe...

Memang dari awal saya gak terlalu berharap bakal diterima. Karena entah kenapa, sejak pagi rasanya adaaaa saja hal-hal yang bikin saya berpikir untuk mengurungkan niat pergi ke Kedoya. Yang sakit karena anyang-anyangen lah, yang sakit perutlah... Tapi, namanya juga ikhtiar, yang penting 'kan saya berusaha. Diterima atau tidaknya saya bekerja, itu urusan belakangan. Karena, toh, rezeki, jodoh, dan kematian semua sudah ada yang mengaturnya *siapalagi kalo bukan Allah SWT*

Ah, jadi pengen pasang lagu Josh Groban!!! xP

P.S.
saya benci restroom yang di bilik klosetnya ga ada keran buat membasuh bagian vital setelah urusan bootycall!!!

Tuesday, July 10, 2007

Sakiiitttt!!!

Yak, kemaren ngomongin sunat! Sekarang saya mo ngomongin pipis! ahahahahah.... *semoga blog ini ga berubah jadi blog jorok yang pembahasanannya seputar daerah 'situ'. Amien*

Jadi, yah... saya sedang kesakitan saat ini. Sakit pada saat *lebih tepatnya sesudah* buang air kecil a.k.a pipis. Udah tiga harian ini siy... cuman kesalahan saya adalah lagi2 saya sulit meluangkan waktu untuk check up ke dokter! Padahal udah sakit bangetttt!!

Kalo kata ibu saya yang notabene adalah orang Sunda, katanya sakit yang saya derita ini namanya jeungjeuriheun *itu basa Sunda, saya ga tau bahasa Indonesianya* Dan karena saya juga penasaran dan siapa tau bisa nyari obatnya tanpa harus ke dokter *sehubungan saya emang lagi hectic dengan bermacam-hal-yang-bagi-banyak-orang-ga-penting-tapi-bagi-saya-penting- banget-dan-berkaitan-dengan-masa-depan-saya* jadi siang ini saya menyempatkan browsing lewat internet kantor *pastinya!*

Dan saya menemukan kedua artikel ini.

Setelah saya baca... Saya jadi deg-degan... pasalnya, gejalanya mirip!
berasa pengen pipis padahal engga
berasa ga selese selese pipisnya padahal udah ga keluar air pipisnya
sekalinya pipis, sakit banget udahannya!

weww.... kalo udah gini saya mau gak mau harus nyempetin buat ke dokter nih! tapi check schedule *gaya benerrr* masih padet bangetttt... doakan saya bisa segera meluangkan waktu ke dokter yupz! ^^v

P.S.
Saya JANJI, postingan selanjutnya saya gak akan ngebahas seputar kemaluan lagi. Jadi jangan berhenti mampir dan absen di blog ini yupz! ^^v

Tuesday, June 26, 2007

Spiteng, eh, Spitting

Bukan ini bukan tentang sepiteng tempat kita membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Ini tentang Spitting a.k.a meludah! Yepz, me-lu-dah! ! Yaiks!

Saya sering merasa kesal jika melihat oknum meludahkan air liurnya secara sembarangan. Entah itu membuang ludahnya ke jalan raya, atau bahkan dengan sangat joroknya meludah sembarangan di atas angkutan umum!!! Urgh!!! I hate it! @#$%^&*!!!

Oke, saya akui. Ada beberapa orang yang memang tanpa dapat dikendalikan tubuhnya memproduksi air liur secara gila-gilaan. Dan daripada dibilang an***g guguk karena mulutnya belepotan air liur, lebih baik kelebihan itu dibuang secara teratur sehingga tidak ada tetesan ludah di sekitar mulut. Tapi, yah, saya kok gak setuju dan gak nyaman melihatnya.

Yah, kalo kegiatan meludah itu dilakukan di kamar mandi, sih, its fine. Memang di sanalah seharusnya kita melakukan aktivitas demikian. Yang membuat saya gerah dan ingin rasanya memegangi kepala si peludah dan mengarahkan mukanya pada ludahannya *biar dia jilatin sekalian! Ok, that was grossy, I dont like it either* adalah karena banyak sekali oknum yang membuang ludah sembarangan.

Salah satu contohnya adalah tadi malam. Saat saya pulang ke rumah. Di dalam sebuah angkot ke arah Sukasari. Ada seorang kakek tua yang sepertinya sedang terserang batuk. Dan karena batuknya itu, dia berusaha meludahkan dahak yang menyangkut di tenggorokannya! Yaiks! It was sooooo grossy! Memang, sih, dia tidak meludahkannya ke lantai angkot. Tapi dia meludahkannya keluar. Ke jalan raya. Yang sangat memungkinkan ludahan dahak itu mengenai tubuh seseorang yang tengah berjalan di pinggrian jalan raya tersebut! JOROOOOOKKK!!!

Okay, itu karena penyakit. Tapi tidak berarti anda bisa menularkan penyakit anda begitu saja pada orang lain dong! Tidak adil itu namanya! Udara kotor saja sudah bisa menularkan penyakit. Gak usah ditambah ludah berisi virus seperti itu!

Saya juga jengah jika melihat seseorang meludahkan air liurnya ke lantai angkutan umum. Ini gak jarang saya temukan di *lagi-lagi* angkot dan kereta *ekonomi, pastinya*. Meski setelah meludah, oknum itu 'mengelap' ludahannya dengan alas kakinya. Tetap saja saya jengah melihatnya! JOROK!

Dan sayangnya, yang melakukan hal ini tidak hanya laki-laki. Perempuan pun banyak juga yang nekad melakukannya! Well, I must say that that is not polite and nice for a woman doing such thing.

Please, ludahnya disimpan sampe kamu nemu kamar mandi 'kan lebih baik. Selain itu juga lebih sehat bagi masyarakat di sekitar kita. Dan itu juga bisa jadi salah satu bukti bahwa kita peduli pada lingkungan.

*****Aku Ingin Ikut Ke Acara Spongebob Live Show di Tennis Indoor Senayan*****
*****Nangis*****

Monday, June 18, 2007

Rings

Yep, ini ga penting. Tapi karena saya ingin sedikit berbagi. Meski dengan berbagai kerumitan yang tengah memenuhi kepala dan benak saya. Jadi saya ingin memperlihatkan gambar berikut.



Yep, that's my fingers and Gentong's. Hari Minggu (17 Juni 2007) kemarin, kami resmi saling bertukar cincin. Yeah, it should be happy. And, yes, I do feel happy. Meski kerumitan itu tetap muncul. Ah, sudahlah. Doakan kami. Semoga segala rencana bisa berjalan dengan lancar. Tanpa mengalami sesuatu hambatan apapun. Amien.

Monday, June 11, 2007

Kantor Macam Apa?! @#$%^&*!!!

+62818112xxx [Rara]
Na gw pngn pndh gawe nih psng bgt,
ga enaken suasana kntrny.

+628561206xxx [Kana]
Sabar say...kl blm dpt kerjaan baru jgn nyerah!
mang knp g enak?kerasa yupz *bla bla bla yadda yadda....*

+62818112xxx [Rara]
Ya,gt deh Na!kl gw kluar gw hrs byr k prusahaan!
mnding gw nunggu dpcat aj deh!

...


Aneh! Udah diterima kerja, masih harus nunggu berbulan2 untuk lokasi penempatan kerja. Lalu, kalau memutuskan untuk berhenti, si pegawai harus membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan. Memangnya dia kerja sebagai TKW apa!!

Friday, May 25, 2007

Migrasi Dunkz!!

Masih jaman, ya, abis pulsa?? Migrasi, dunkz ke Pasca Bayar!!!

Hahaha... ya, ya... sampe detik ini saya memang masih setia dengan kartu SIM henpon yang katanya jenisnya adalah Pra Bayar. Dan tentunya, henpon saya hanya bisa digunakan untuk SMS dan telpon jika dan HANYA jika pulsanya sudah terisi.

Quote di atas dilontarkan oleh salah seorang teman beberapa hari yang lalu. Jadi begini, ***jreng jreng jreng jreng... dimulailah kisahnya si Kana*** beberapa hari yang lalu saya kembali menghubungi narasumber (NS) yang sempat saya sebutkan di postingan sebelum ini. Kali ini saya sukses menghubunginya tanpa ada gangguan (+62) atau (0).

Sesaat sebelum menelepon si NS, saya mengecek sisa pulsa henpon saya. Tertera di layar, sisa pulsa saya adalah Rp. 13. [....],00 *saya lupa persisnya, pokonya depannya angka 13*, cukup, dunkz, buat dipake nelpon sebentar. Toh, telepon itu hanya sekedar memastikan jadwal liputan. But things goes wong, here. Karena sudah lumayan kenal, beliau pun mengajak saya ngobrol cukup panjang lebar tentang sebuah acara pentas seni anak2 beberapa bulan lalu di GKJ. Dan beliau menyayangkan ketidak hadiran saya di sana. Karena, menurut beliau, acara tersebut jauh lebih menarik dan ramai ketimbang tahun sebelumnya yang sempat saya liput.

Tentu saja saya sudah kebat kebit sepanjang percakapan itu.
Pulsa bakalan cukup, gak, yah??
Duh, riwayat pulsa ini masih harus sampe akhir bulan, niy!
[dsb, dll....]

Dan ternyata, benar saja! Tak lama kemudian terdengar seorang mba2 berkata
percakapan akan terputus dalam hitungan detik
---KLIK---

Oh-mai-Gawd!!! Padahal saya masih belum dapet jadwal buat ketemu liputan dan interview sama dy!!! *garuk2 tembok sambil nangis darah* Langkah selanjutnya adalah ngecek pulsa sekali lagi dan menemukan bahwa sisa pulsa hanya tinggal Rp. 139,00! Yepz, Seratus Tiga Puluh Sembilan PERAK!!

Have I told you that this NS is a kind of person who will NOT accept a call when she doesn't notice the person who's calling her? Yupz! Seperti itulah si Ibu2 NS itu. Beliau ga bakal angkat telpon kalo dy ga kenal nomernya! Dan itulah sebabnya saya nelpon beliau pake henpon dan bukan telepon kantor! Huhuhu.... *darah udah seember nangis ga berenti2*

Dan waktu saya ceritakan pada seorang teman, reaksi beliau adalah quote di atas tadi! Huhuhu.... *darah semakin menggenang* Maaf, ya... saya ga maw migrasi ke Pasca Bayar! Bisa makin tipis tabungan saya! xP

Dan saat saya meminta untuk top-up pulsa lewat M-Tronik milik Om saya.... Huhuhu... *darah kembali tergenang* minta diisi 20 ribu malah diisi 40 ribu! Itu karena ada erorr-nya katanya Huhuhu.... *tergeletak kehabisan darah*

p.s.
Maap ya kalo tulisan saya terlalu A-Be-Ge dan ga mencerminkan profesi kewartawanan saya. Tapi beginilah saya. Kalo anda suka, silahkan berkunjung terus kemari dan nikmati tulisan2 saya. Tapi kalo gak suka, yasuwla, tinggalkan dan hapus saja dari daftar history browser anda. Dan terima kasih sudah menyempatkan berkunjung :)

p.s. (lagi)
Ram, udah corrected yupz! ^^v

Monday, May 21, 2007

Ada Bedanya, ya?

Memangnya ada perbedaan yang sangat signifikan antara menelepon dengan menggunakan awalan (+62....) dan awalan (0....), ya?

Karena saya baru saja mengalami hal itu.

Saya hendak menelepon seorang narasumber di nomor +62816xxxxxx. Tapi jawaban yang saya dapat adalah "Anda tidak dapat melakukan panggilan ke nomor ini." Saya pikir, mungkin masalah sinyal. Dan saya pun berpindah tempat. Tapi hal yang sama terulang. Mbak2 bersuara merdu (?) itu kembali mengatakan hal yang sama. Putus asa, akhirnya saya gunakan telepon kantor, minta disambungkan via operator. Tapi operator tak kunjung menyambungkan [@#$%^&*!!!!]. Saya coba lagi dengan ponsel saya. Kembali si mbak2 itu mengulang kalimat yang sama. Saya tidak dapat melakukan panggilan ke nomor tersebut. Apa mungkin karena pulsa tidak mencukupi? Nggak tuh. Setelah di-check nominal pulsa saya masih sangat mencukupi untuk melakukan sebuah panggilan telepon. Aneh bin ajaib!!! Saya pikir mungkin nomor narasumber saya itu yang bermasalah. Ya sudahlah. Lain waktu saja saya hubungi beliau.

Lalu saya menelepon si Gentong. Karena sejak meeting redaksi tadi dy miskol2 saya terus. *iyah, say, kamu lagi ngirit pulsa. saya tau. xP* And guess what?! Si mbak2 itu mengulangi kalimat yang sama!
Anda tidak dapat melakukan panggilan ke nomor ini.

Weks??? Wat de mining, tuh?? o_O

Then I called the Contact Service Officer (CSO) of my SIM card. Setelah berulang kali nada sibuk, akhirnya tersambung juga.

CSO : Selamat sore, dengan XXX bisa dibantu? [suaranya merdu....]
Kana: Iyah, mas. Saya Kana. Mau tanya dunkz.
CSO : Selamat sore, Ibu (?) Kana. Ada yang bisa saya bantu?
Kana: Jelas ada dunkz, mas. Ga mungkin saya telpon kalo ga minta bantuan.
CSO : Maaf, sebelumnya bisa disebutkan nomor kartu SIM card anda, Ibu (?!) Kana?
Kana: Ok. 0856xxxxxxx.
CSO : Baik. Saya ulangi, ya, Ibu (?!!) Kana. Nomor anda..... [bla..bla..bla...] Ada yang bisa saya bantu?
Kana: Iya, mas. Saya koq dari tadi mau telpon ke nomor lain gak bisa, ya mas? [akhirnya saya bisa mengungkapkan masalah saya! setelah percakapan ga penting di atas!]
CSO : Bisa dijelaskan 'tidak bisa' nya itu bagaimana?
Kana: [sambil berpikir mas2 ini kenapa siy? ko masih minta penjelasan ajah?] Iyah, jadi... [bla-bla-bla-yadda-yadda,... saya ceritakan seperti yang tadi sudah saya tulis di atas sebelum percakapan ini]
CSO : Baik, Ibu (?!!!) Kana. Anda tidak bisa melakukan panggilan ke nomor lain di jaringan Indosat saja atau juga ke operator lain?
Kana: Operator lain juga. [secara si Gentong itu ga pake provider Indosat]
CSO : Baik, Ibu (?!!!!) Kana. Ibu (?!!!!!) melakukan panggilan dengan awalan (+62) atau nol (0)?
Kana: (+62). [Rata2 saya nyimpen nomor setelah orang itu nelpon saya. jadi awalannya selalu (+62)]
CSO : Baik, Ibu (?!!!!!!) Kana. Apakah anda sudah coba mengganti (+62) dengan nol (0)?
Kana: Err... belum. Emang ngaruh, ya, mas? [dengan ekspresi suara tolol]
CSO : Sepertinya begitu, Ibu (?!!!!!!!). Mungkin bisa dicoba dengan cara tersebut terlebih dahulu. Dan jika tidak berhasil Ibu (?!!!!!!!!) bisa menghubungi kami kembali.
Kana: Oh, oke, deh, kalo gituh. Makasih.
-----END OF THE CONVERSATION-----

Selanjutnya saya coba ikuti saran mas CSO itu. Guess what?! It works! Do'oh!!! Koq bisa, yah?? Ngaruh, yah, awalan (+62) dengan awalan nol (0) dengan nasib terhubung atau tidaknya sebuah panggilan telepon???

p.s.
saya sedang kesal dengan seseorang. dy berusaha menjatuhkan kredibilitas saya di depan forum waktu meeting redaksi tadi. tapi sayang. dy ga cukup pintar untuk melakukannya. karena saya memang benar. pesan saya: dengarkan perkataan rekan kerja anda saat merundingkan suatu tugas! dengarkan dengan sebaik baiknya. sehingga anda tidak salah langkah!! *karena dy tidak mendengarkan saya dengan baik. maka dy menjatuhkan kredibilitasnya sendiri! hohoho....*

p.s. (lagi)
"dy" bukan hell-bitch itu, siy... xP

Tuesday, May 15, 2007

Hapal Gak???

Pagi hari selalu saya awali dengan mendengarkan siaran duet kocak Ari Dagienkz dan Dedi Desta di salah satu radio swasta asal Jakarta. Sumpe, deh, itu orang berdua emang gak ada matinya! Selalu adaaaa aja hal lucu yang tiba-tiba muncul di waktu siaran. Terutama Desta 'si manusia bodoh'. 'Bodoh'nya betulan, lho! Hehe.. engga denk... ntar gw dimaki-maki Desta, deh...

Dan pagi tadi, mereka membahas tentang hapalan Pembukaan Undang-Undang dasar 1945 *pembukaannya ga di amandemen 'kan yah? =9* Dan, ya... seperti biasa, bodohnya si Desta keluar. Tapi ternyata, dari beberapa orang kawula muda *panggilan unuk pendengar radio ini* yang ditelepon untuk dites seberapa hapalnya mereka, sebagian besar cukup bisa menghapalnya. Ya, agak tersendat sendat sih... agak agak butuh bantuan mengingat gitu.

But, hey, apakah kamu juga bisa menghapalnya dengan baik tanpa ada kesalahan satu kata pun? Kalau pertanyaan itu dilemparkan kepada saya, akan saya jawab dengan kata 'tidak!' Beneran, saya gak hapal pembukaan UUD '45! Sama seperti para penelepon itu, saya butuh bantuan untuk bisa mengingat dengan benar kata per kata isi dari Pembukaan tersebut. Jaman sekolah sampe SMA dulu, sih, hapal mati! Secara tiap hari Senin pasti ngedengerin pembacaan teks Pembukaan itu. Tapi sekarang??? Upacara aja udah gak pernah! =9

Terus, saya juga jadi ingat waktu ujian mata kuliah Kewirausahaan dulu. Salah satu butir soalnya adalah peserta ujian diminta untuk menuliskan isi teks Proklamasi! Mampus aja deh!! Mana hapal??? Akhirnya, peserta di satu ruangan ujian itu nyari siapa yang bawa uang 100ribuan!! Haqhaqhaq....

Well, kalau melihat kondisi seperti itu miris, ya? Padahal kita ini 'kan katanya Warga Negara Indonesia. Kok, yang begitu aja nggak hapal siy?? Eh, tapi kalau teks Pancasila saya, Insya Allah, masih hapal mati. Hehehe... perlu bukti? PM saya kalo saya onlen! Nanti saya sebutkan satu persatu! Eh, tapi sebentar lagi saya harus pergi liputan denk! Bener, deh, nggak ngeles! =9

So, ayo.... siapa yang masih hapal mati isi teks Pembukaan a.k.a Preambule UUD '45? Teks Proklamasi Kemerdekaan RI? Isi Pancasila? Jangan pake Googling ato memanfaatkan teknologi internet untuk mencari tahu isinya dulu ya!! Hehehe....

p.s.
Saya penasaran, apa, ya, hubungannya Kewirausahaan sama Pembukaan UUD '45? Dosen saya sampe detik ini ga bisa saya tanyai!

p.s. (lagi)
makasih buat yang sudah menjawab pertanyaan iseng saya. Kesimpulannya adalah
mengangkang untuk menyelamatkan kedua buah bola.
Ya? =9

Monday, May 7, 2007

Sudah Berapa Kali Kamu Menonton Spiderman 3?

Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka saya akan menjawab dua kali. Selama dua hari berturut-turut!

Pasti kalian akan berkata,
buset, dah!! doyan ape doyan?? o_O

Heuheuheu....

Well, setelah di serang dengan berbagai tuduhan atas hal-hal yang tidak saya lakukan di kantor pada hari Jum'at itu. Dan juga sms-sms yang menuduh dari Gentong, akhirnya saya memutuskan untuk ikut bersama dua orang teman menonton film Spiderman 3 di Blitz Megaplex Grand Indonesia. Dengan tujuan untuk menyegarkan pikiran tentunya. Maka meluncurlah kami ke Grand Indonesia tepat setelah bell tanda selesainya jam kerja hari itu berbunyi. Dan memutuskan untuk menonton film tersebut pada jam 6 sore.

Lalu, bagaimana kesan saya menonton di Blitz Megaplex? Well, cukup memuaskan. Secara gedungnya cukup megah. Dan Spiderman 3 diputar di Studio 1 yang super duper guede! Dengan screen yang sangat lebar dan besar *membuat saya serasa berada di dalam film tersebut* dan suara yang sangat menggelegar *yang menjamin kita tidak tertidur selama menonton, secara berisik banget!* Yah, saya cukup puas menonton di sana.

Sayangnya, saya sedikit kecewa dengan kursi di Blitz Megaplex. Tidak seempuk milik jaringan 21. Mengakibatkan saya sedikit tidak nyaman selama menonton. Kembali saya harus menyayangkan, menonton di Blitz Megaplex, terlalu banyak iklan! Mulai dari Coca Cola hingga flat TV-nya Samsung, muncul sebelum film Spiderman 3 ditayangkan! Dan sayangnya pula, film Spiderman 3 tidak semenakjubkan yang saya bayangkan. Secara efek boleh jadi cukup bisa membuat orang terkagum-kagum *dan lagi2 saya tidak begitu kagum* Namun alur ceritanya sangat membosankan! Kalau bukan karena suara-yang-saya-sebut-jaminan-anda-tidak-akan-tertidur-di-blitz-megaplex, saya sudah benar2 terlelap!

Ada beberapa hal yang saya cermati cukup aneh di film ini. Dan juga membuat saya menyama ratakan pembuat film Hollywood dengan Indonesia *yang masih terbilang amatir karena baru beberapa tahun belakangan ini saja menggeliat*

1. Harry Osbon yang memiliki tiga lapis nyawa. Bagaimana tidak, di awal film ada adegan Harry berkelahi dengan Peter Parker. Dia terjatuh dari ketinggian-entah-berapa-lantai dengan hanya luka di kepala yang menyebabkan ia amnesia.

2. Lalu, pada adegan ledakan bom di belakang Harry setelah Parker menangkis bom yang dilemparkan Harry tersebut. Seharusnya Harry meninggal, atau paling tidak, tubuhnya hancur akibat luka bakar. Tapi ternyata dia hanya mengalami sedikit luka bakar di wajah sebelah kanannya.

3. Pada adegan Harry menghalangi Venom yang akan menusukkan pisau dari "skateboard" milik Harry ke tubuh Spiderman. Harry tertusuk, tapi ia butuh waktu yang cukup lama untuk meninggal. Diruntut, mulai dari MJ yang menghampiri Harry dari *satu atau dua* lantai di atasnya, perkelahian Spiderman dengan Venom yang cukup memakan waktu. Harry bahkan masih sempat berbicara dengan Spiderman dan sedikit bercanda dengannya sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya. Tiga-Lapis-Nyawa.

4. Pada salah satu adegan Spiderman berkelahi dengan Venom, tampak Venom berhasil mencopot paksa topeng Spiderman. Tapi ketika kemudian Spiderman yang terjatuh berusaha mengangkat tubuh, topeng tersebut sudah melekat kembali di kepalanya! o_O

Well, people makes mistakes. I know that.

Bicara nonton bioskop di malam hari, saya melakukan hal bodoh di hari Jum'at itu. Film Spiderman 3 baru selesai setelah pukul 8.15. Saya dan kedua teman saya langsung menuju ke halte busway. Saya memutuskan untuk pergi ke stasiun kota. Saya tahu, ini keputusan yang amat sangat bodoh dan saya sesali hingga detik ini!

Saya tertinggal kereta terakhir menuju Bogor. Bahkan pintu masuk stasiun pun telah dikunci! Panik! Saya menelepon seorang teman, menanyakan cara pulang ke Bogor malam itu juga. Awalnya saya meminta bantuan untuk menginap di kostannya. Tapi ternyata dia masih dalam acara Jum'at-Begaol dengan teman2nya dan diperkirakan baru sampai dikostan jam 12 malam! Akhirnya dia menyarankan saya untuk kembali menaiki busway dan pergi ke terminal Blok M. Untuk kemudian mengambil bus menuju UKI, dan berganti bis dengan tujuan Bogor *karena bus jurusan Sukabumi sudah tidak bisa ditemukan lagi di UKI di atas jam 9 malam!*

Karena panik dan butuh seseorang untuk menenangkan saya, saya pun menelepon Gentong. Mengabarinya bahwa saya pulang kemalaman dan tertinggal kereta terakhir. Hasilnya? bukan ketenangan, tapi saya dimarahi habis2an oleh Gentong di telepon! Yes, it was my mistake. My stupidity. Alhamdulillah, meski sempat khawatir akan ketinggalan bus, saya berhasil menaiki bus jurusan UKI-Bogor dan tiba di rumah pada jam 12 malam dengan selamat tanpa kurang sesuatu apa pun. Allah masih mau mendengarkan doa saya =)

Did I mention that I watched Spidey 3 movie twice? Pagi sekali di hari Sabtu, 5 Mei 2007, saya dan Tenyom pergi ke Citos untuk menghadiri nonton bareng yang diadakan oleh Sereal Sarapan Nestle. And, we slept for half of the duration! haqhaqhaq.... Hey, as I mentioned above, the movie was boring. For us.

Saya pikir saya bisa bersantai di hari Minggu. Tapi ternyata enggak! Tepat sebelum saya bersiap pulang dan meluncur ke Megaplex, salah satu orang dari bagian iklan menghampiri saya dan memberikan sebuah undangan yang dikirim via fax. Undangan dari Planet Hollywood. Undangan acara Kids Sunday yang bertema Spiderman Party. Againn??!! @#$%^&*~! Yes, again. Untungnya, tidak ada acara nonton film Spiderman 3. Hanya sekedar lomba mewarnai, puzzle, sudoku, kostum, dan beberapa games kecil untuk anak2 yang orang tuanya merupakan member di resto n bar PH. Dan saya sempat sangat menyesal karena sepertinya acara itu bukan untuk diberitakan. No seat for press, and we *the press, yang cuman ada dua orang* didn't get any notice when the show started! Beugh!!!

Yah, untungnya anak2 itu bisa membuat saya tertawa dan melupakan kelelahan fisik saya sejenak. Misalnya anak yang gambarnya ada di samping. Karena sangat penasaran dengan Bubba, si maskot Kids clubnya PH, dia memperhatikan badut ini dengan sangat seksama. Bahkan ketika si Bubba menganggukkan kepala untuk mengajaknya bercanda, ia ikut mengangguk2an kepalanya dengan sangat lucu *sayang, saya ga keingetan untuk mengambil gambarnya*

Well, that's the recap for my weekend. Tiring, yes. But It was fun though. Apalagi akhirnya saya dan gentong bener2 baikan *ternyata Jco dan cadburry kemarin cuman kedok! Huh!*

Friday, April 20, 2007

Have You Ever ...

Feel insecure? Ngerasa gak nyaman? Padahal segala sesuatu berjalan seperti biasa dan dengan semestinya. Well, itu yang sedang saya rasakan saat ini. Entah kenapa, saya merasa sangat tidak nyaman. Di mana pun saya berada, rasa tidak nyaman itu terus menerus muncul dan menghantui saya. Rasanya saya tidak memiliki dosa atau kesalahan yang bisa menjadi pemicu munculnya rasa ini. Tapi entahlah, mungkin tanpa saya sadari saya telah melakukan kesalahan.

Dua hari ini terasa sangat melelahkan! Kenapa? Karena perasaan tidak nyaman itu. Tak usah lah saya kisahkan yang terjadi kemarin. Saya kisahkan yang terjadi hari ini saja.

Sudah sejak satu bulan yang lalu saya diberitahu bahwa 1001buku akan mengadakan sebuah acara olimpiade taman bacaan anak. Om yang satu ini yang memberitahu saya. Karena LSM yang dikelolanya bersama teman-temannya akan mengikuti olimpiade tersebut. Saya tentu sangat bersemangat mendengar hal ini. Saya pun bertekad, saya akan pergi ke olimpiade tersebut dan meliputnya!

But thing goes wrong today! I havent received the invitaion indeed. But I have called the official person for the event and promised them to attend the olympic. And I have also got the permission from my chief-editor. So I scheduled it and wrote it on the schedule board.

And suddenly, these two-bloody-fucking-mother-fucker-asshole-guys who have to go there with me protested the schedule! Mereka bilang, saya mendadak menjadwalkannya. Mereka bilang, mereka sudah punya acara pada hari itu. Dan mereka bilang, mereka sudah memberitahukannya sejak lama!!

Dude! Did you guys told me? Or did you guys told about that to other ECXEPT me? Karena, maaf ya, saya TIDAK MERASA ingat bahwa kalian telah memberitahukan kepada saya!
Yang saya ingat adalah, KALIAN BERDUA MEMINTA SAYA UNTUK TIDAK MEMBUAT JANJI LIPUTAN PADA TANGGAL 6-8 APRIL!!! Dan bukan tanggal 22 April! Jadi maaf saja kalau saya harus menjadwalkan pergi!

Dan yang lebih membuat saya kesal adalah, the hell-bitch that i've told about it to you *kalo lupa silahkan klik link yang sudah saya berikan untuk menyegarkan ingatan* said these words to me
"Kan Mas *** udah bilang dari kapan tau, Na!"

Excuse me? Kapan tau itu KAPAN ya? Dan BILANGnya itu sama SIAPA ya??? Sama saya ato sama kamu the hell-bitch??

Oh God! Bloody fucking shit!! Bisa gila saya kalau begini! Lalu apa yang harus saya katakan pada panitia? Apa yang harus saya katakan pada Om Yok?

Ini membuat saya semakin tidak nyaman!
--------------------
lagu backsound ini lagunya Natasha Bedingfield yang terbaru, I wanna have your babies. saya sempat diketawain sama tante saya kemarin karena menyanyikan lagu ini *tentunya dengan suara merdu nan sumbang milik saya ini* katanya,
do you want to have a baby from Gentong?

haqhaqhaq.... yah.. kalo sampe jadi nikah, ya mau! tapi kalo ga jadi nikah, ya ga mau! maunya punya anak dari suami saya dunkz! haqhaqhaq....

Friday, April 13, 2007

Mr. X

Saya ketemu si Mr. X lagi!

Sudah dua hari ini saya ketemu lagi sama si Mr. X *buat yang ga tau siapa Mr.X, dy adalah seseorang dari masa lalu saya yang sempat setia menemani hari2 indah saya saat lulus2an SMA* Pastinya, ketemu di kereta ekonomi Jabotabek tercinta! Padahal saya sempat tidak bertemu sama sekali selama err... dua bulan mungkin yah! Saya pikir dy sudah berhenti dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menyelesaikan kuliahnya yang sempat cuti sesuai rencananya. Ternyata dy sekarang jadi freelancer di kantor lamanya itu.

Hehehe... apakah memang selalu begitu atau kebetulan saja, ya? He looks handsomer than the last time I met him. Fresher, since he cut his hair neat. Or perhaps becoz he wore casual shirt and jeans? Soalnya selama ini saya sering ketemu dy kan pakaiannya khas orang kantoran yang kemeja dan celana panjang bahan katunnya licin bin rapi jali. Haha... I dont know!

Anyway, yang bikin saya tergelitik untuk memosting tentang pertemuan itu adalah, karena setiap kali kita mo pisah *dy turun dari kereta lebih dulu dari pada saya, stasiun tujuan kita beda dua stasiun, dy Kalibata saya Tebet* selalu lagu yang terdengar dari MP3 player yang sedang saya dengarkan adalah lagu yang juga sedang kalian dengarkan saat ini lewat blog saya.

Yupz, lagunya Gemala yang berjudul Beda.
oh biar cintaku, ku dengan jalanku
lihat ceria sisi dunia yang terbentang untuk kita
anggap sajalah aku persinggahan untukmu
temani hari-hari yang kini tlah menyemu

Bingung dengan liriknya?

Filosofinya adalah, saya merasa lagu itu mewakili kondisi saya dan dy ketika itu *ketika di kereta itu maksutnyah, maksa banget yah? =P* Tepatnya pada lirik "Oh biar cintaku, ku dengan jalanku" Yah, biarkan saya dengan jalan saya yang akan turun di stasiun Tebet menuju tempat saya bekerja dan ngeblog dan saya akan membiarkan dy dengan jalannya yang mengharuskan dy turun di stasiun Kalibata untuk pergi ke tempatnya bekerja sebagai freelancer.

Lalu lirik "Anggap sajalah aku persinggahan untukmu" juga cukup mewakili. Karena pertemuan yang *mungkin* jadi ajang nostalgila itu bisa jadi hanyalah sebuah persinggahan bagi kami berdua. Saya singgah untuk bersapa dengannya agar bisa menebus apa yang telah saya lakukan dulu terhadapnya *kesannya jahat banget saya ini, padahal kan saya ini orangnya baik banget* Dan dy singgah untuk bersapa dengan saya agar bisa melihat bahwa apa yang saya lakukan dulu adalah hal yang tepat *semoga* Oke, oke.... penjabaran ini terlalu memaksa! Yes, I know that!

Satu lagi penjabaran ngawur saya untuk mengepaskan lagu ini dengan pertemuan itu ada pada lirik "Tuk temani hari hari yang kini tlah menyemu" Err... apa yang mau saya jabarkan ya? Secara hubungan saya dengan Gentong juga tidak sedang semu *kalau mau dikaitkan dengan itu* Lalu lintas kehidupan saya dengan lingkungan sekitar di tempat kerja atau di rumah pun tidak sedang semu. Haqhaqhaq... jadi saya gak punya penjabaran untuk lirik yang ini deh! ^^v

Ah, sudahlah... kao diperpanjang maka makin panjang saja racauan saya dan paksaan saya tentang lagu ini. Tapi lagunya asik kan? Mendayu... Bolehlah buat weekend-an! Qiqiqiq....

Yaweslah, happy weekend, fellas!
Cheers ~

PS. yang mau lagu ini bisa di donlot di sini.
PS (lagi). English version dari post ini ada di sini.

Tuesday, April 10, 2007

Women With Veil = Terorist?

Yeay!! At last I found the way to download podcasts from Prambors FM!!
Setelah sempat bingung setengah mati karena setiap kali mengklik podcast yang tersedia bukan halaman download yang muncul, akhirnya saya bisa juga mendownloadnya. Ternyata harus pake iTunes!! haqhaqhaq.... bodohnya saya, setelah bolak balik buka tutup iTunes yang terinstall di kompie ini ternyata iTunes saya masih versi lama yang belum ada fasilitas podcasts downloading!! Dudulz gila si Kana inih! Yaweslah, akhirnya saya updet itu iTunes supaya bisa donlot podkes. Dan sukses!! Saya pun sekarang sudah punya beragam koleksinya! =9

Eniwei, rasanya blog ini jadi semakin lama yah loadingnya? Mungkin itu juga sebabnya pengunjung blog ini berkurang? *padahal emang daridulu juga dikit! haqhaqhaq*
Err... should I change the skin once again? ;p

Eniwei (lagi), saya sedang kesal dengan apa yang dibicarakan miss yang ini.
Seseorang berkebangsaan salah satu negeri di Barat sana pernah berkata pada saya tentang hal ini,

i think veils are just relatively new thing to the western world, give us time we will get used to it


Well, mungkin mereka memang belum terbiasa. Lain dengan saya yang sudah sejak kecil bergaul dengan banyak wanita berjilbab. Meski pada awalnya, tidak saya pungkiri, saya pun merasa terpaksa mengenakan jilbab ini. Tapi jilbab ini adalah perintah Allah bagi setiap muslimah yang merupakan ummatNya. Dan adalah suatu kewajiban bagi kita untuk mematuhi perintah Tuhan kita, bukan?

Saya juga tidak mengerti, kenapa warga di negeri yang ini koq segitu parnonya menghadapi kaum perempuan yang berjilbab? Apakah takut dibom saat berada di dekat perempuan2 berjilbab itu? Hey, not all women with veil is a terorist!!

Monday, April 9, 2007

Holiday Report-2

Hihihi...
Karena seringnya saya melaporkan acara wikenan saya, keknyah saya bikin series aja deh, biar ga bingung cari judul =9

Eniwei, wiken kemarin saya merasa sangat nyaman! Gak tau kenapa. Padahal sebenernya kalo dibilang cuma malas2an di rumah nggak betul juga. Hari Jum'atnya, sih, iya. Tapi the rest of the weekend is not! Ok, here's the report.

Jum'at (06/04/07)
As I said before, saya hanya bermalas2an di hari Jum'at. Tepatnya setelah saya selesai mencuci semua kaus kaki yang sudah dua minggu numpuk *jorok banget yah? =9* dan sepatu2 yang ... kalo ga salah sih, umurnya baru seminggu yang lalu saya cuci. Setelah itu, saya benar2 berleha2. Nonton teve, main sama sepupu2 cilik. Pokonya bersenang2, deh!

Sabtu (07/04/07)
Nah, hari Sabtu saya awali dengan rasa malas. Habisnya di hari libur seperti itu saya dibangunkan pagi2 buta sama Ayah. Alasannya adalah, Ibu meminta saya jadi fotografer di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolahnya. Well, what can I say, I can't say no to my Mom... Sekedar jadi fotografer, sih, nggak masalah. Tapi ternyata, setelah acara Maulid Nabi-nya selesai saya diculik salah satu teman Ibu yang merupakan panitia TUC (Tes Uji Coba *kalo ga salah begitu*) UN di sekolah Ibu. Penculikan itu atas dasar, guru komputer tidak masuk, sedangkan banyak berkas2 untuk pengadaan TUC yang belum rampung dikerjakan dan di-print dari komputer sekolah! Berhubung tidak ada satu orang pun yang fasih menggunakan komputer di sekolah itu *maklum lah, guru2 dan kepala sekolahnya orang lama semua =9* jadi saya diculik untuk membantunya. Padahal saya belum sarapan pagi itu *cuma minum susu secangkir!* dan pekerjaan dengan komputer itu baru selesai setelah jam 1 siang! Untungnya Ibu berbaik hati membawakan beberapa camilan kue buat saya *yang baru sempat saya makan setelah pekerjaan itu selesai!*
Pulangnya, saya ada jadwal les jam 4 sore. Malamnya? Ya, pacaran dunkz sama si Gentong!
haqhaqhaqhaq....

Minggu (08/04/07)
Sedikit sebal ketika harus melalui hari Minggu. Kesal karena libur panjang saya usai di hari itu. Kesal juga karena ada beberapa orang yang harus saya temui di hari itu. Tapi ternyata, dua orang di antaranya membatalkan pertemuan. Tinggal yang satu karena dia bertemu saya untuk les! haqhaqhaq... maklum lah, udah mo UN jadi dia rajin banget les-nya. Tapi meski yang dua membatalkan janji saya tetap sebal! Soalnya saat saya tengah menunggu mereka, keluarga saya dengan asiknya makan2 di rumah salah satu Tante saya! Huh! Jadi batal ikut makan enak gratisan!

Pas hari Jum'at saya sempet ngutak-atik photoshop buat bikin banner blog ini. Tapi karena satu dan lain hal yang kalo diceritain bisa bikin postingan ini berubah jadi novel yang tebalnya mengalahkan ketebalan novel Harry Potter, posting bannernya ditunda besok saja, deh! =9

Oya, turut berduka cita buat korban pendidikan ala militernya IPDN. Maaf telat. Should the institution be dispersed?

p.s. akhirnya mp3kuw dituker yang baru! Yeay!! ^^v

Thursday, April 5, 2007

Panic at the ... Office?

Saya sedang panik, sedih, marah, sekaligus jengkel pada diri saya sendiri!
Entah kenapa, saya kembali bertingkah seperti keledai!
Bahkan seekor keledai pun lebih pintar dari saya
karena ia tidak pernah jatuh di lubang sama!
Sedangkan saya?
Kejadian kali ini membuktikan kalau saya memang lebih bodoh dari keledai!

Untuk kesekian kalinya, saya lupa membawa uang. Padahal hari ini saya pergi bekerja seperti biasa. Bahkan, saya berniat membeli sebuah hadiah untuk salah seorang sahabat saya yang hari ini melepas masa lajangnya! Tapi kebodohan saya untuk tidak memasukkan dompet berisi uang yang saya butuhkan hari ini ke dalam tas membuat semua yang sudah saya rencanakan menjadi kacau! Berantakan!

Jangankan untuk membeli sebuah kado pernikahan, untuk membeli makanan guna mengisi perut saya disaat makan siang pun, sisa uang yang kebetulan nyempil di kantung celana yang saya kenakan hari ini tidak cukup. Sisa uang itu hanya cukup untuk ongkos pulang ke rumah dengan menyisakan dua atau tiga lembar uang seribuan! Saya terpaksa menahan lapar hari ini.

Tapi Tuhan masih menyayangi saya rupanya.
Saat saya menceritakan hal ini kepada salah seorang teman di kantor, dengan baik hati ia membelikan saya sedikit kue untuk pengganjal perut yang tengah kelaparan karena belum makan siang.
Terima kasih, teman!
Lalu bos kecil datang dari undangan launching sebuah acara anak2 sambil menenteng dua boks kecil yang masing2 berisi sebuah kue cokelat.
Terima kasih, Mas... tau ajah anak buahnya yang manis ini lagi kelaperan! =P

Lalu, bagaimana dengan acara resepsi pernikahan sahabat saya? Apakah saya harus membatalkannya? Jika melihat kondisi yang seperti ini mungkin sebaiknya begitu. Tapi mengingat bahwa:
Ia adalah sahabat saya sejak SD | Ibunya berkawan erat dengan Ibu saya | Kue pengantin untuk acara resepsi itu dibuat oleh Ibu saya *ga penting yah? =P* | Kue suguhan untuk resepsi pun dibuat oleh Ibu saya *sama ga pentingnya* | Pepes ikan mas untuk suguhan resepsi pun kembali masih dibuat oleh Ibu saya *lebih ga penting lagi*

Hufffhh... what should I do?
Should I lend some bucks from one of my friend here at this office just to be able to bought some present for her?
Or should I cancelled my arrival there?
Tapi kalo nanti dia ternyata jadi pergi hanimun-haminun???
.....

**********STRESSED OUT**********

p.s
Happy Long Weekend, anyway! cheers! *sempet2nya bilang cheers!*