Showing posts with label anger management. Show all posts
Showing posts with label anger management. Show all posts

Monday, July 4, 2011

Statusmu, Harimaumu

Tolong yang sudah tau ceritanya gak usah mesam mesem gak jelas kaya begitchuw.. :p

Well, lama gak posting di blog ini bukan berarti saya hilang dan gak bersinggungan dengan dunia maya. Saya masih tetap selalu hadir setiap hari di dunia maya, meski hanya sekedar update status atau ngomentarin status teman-teman yang lain di Facebook.

Bicara tentang Facebook, mungkin sebagian ada yang berkomentar, "hari gini masih pesbukan ajah??" Well, saya dan sahabat sahabat saya masih dan kami menikmati social media yang satu itu. Walaupun banyak yang terkisahkan negatif, kami tetap menyukai layanan social media itu *apalagi saya dan beberapa sahabat lagi keranjingan salah satu aplikasi game-nya. jadi makin semangat! heuheuh*

Dan bicara tentang status Facebook, saya baru aja mengalami hal yang negatif dengan status itu. Gak perlu dikisahkan detailnya lah, yang jelas saya sempat sedikit bersitegang *atau mungkin saya aja yang termakan emosi jiwa* dengan salah seorang kawan di Facebook. Kawan ini mengunggah sebuah status yang cukup bikin otak dan hati saya panas. Saya berusaha untuk tenang dan mengomentari status itu dengan sebuah teguran kecil. Sejujurnya, butuh waktu dua hari untuk membuat emosi saya redam dan kembali dapat menikmati indahnya hidup ini tanpa memikirkan kata kata yang ditulisnya dalam status tersebut.

Pengalaman ini sungguh sebuah pelajaran yang berharga bagi saya. Saat saya menceritakan kisah membosankan ini pada salah seorang sahabat saya, ia hanya berkata,
Udah gak usah terlalu dipikirin, anggap aja kejadian ini bagian dari proses belajar. Belajar diam dari banyaknya bicara. Belajar sabar dari sebuah kemarahan. Belajar ikhlas dari suatu kepedihan. Belajar takwa dari suatu kekufuran. Belajar tawakal dari suatu ujian. Belajar ridha dari suatu ketentuan. 
Benar juga apa yang dikatakannya. Banyak pelajaran yang dapat saya petik dari kejadian ini. Pelajaran yang paling utama adalah untuk tidak menulis sesuatu yang dapat menyinggung hati dan perasaan orang lain di suatu social media karena itu sangat amat tidak penting dan tidak pantas.

Social media memang diciptakan agar kita dapat terus terkoneksi dengan kawan kawan yang jauh di mata dekat di hati *haiiyyaahh* tapi ia tidaklah diciptakan untuk saling menghujat satu sama lain. Seringkali saya melihat status status yang menghujat kawannya sendiri. Terus terang, saya jengah membacanya. Dulu, saya pernah *bahkan sering* membuat status dan postingan yang menghujat. Tapi saya tersadarkan oleh perkataan seorang sahabat,
Dunia maya bukanlah ruang pribadi. Banyak hal yang sebaiknya disimpan rapat dan tak perlu dituangkan ke dunia maya. Dunia maya adalah sebuah tempat yang bisa menusukmu kembali dari belakang hanya dengan menekan tombol klik. Kalau ingin menumpahkan segala unek unek yang bersifat sangat pribadi, carilah seseorang yang nyata dan berwujud serta dapat dipercaya. Jangan pernah percaya pada dunia maya karena diam diam ia hanya akan membunuhmu melalui unek unek mu itu.
PS. Jeng Tyka, I'm back on blogosphere once again now. Really sorry belum sempat sms :D

Friday, May 28, 2010

Dulu saya pernah nyampah, berkeluh jesah tentang pekerjaan di blog ini. Dan rasanya sekarang ini pun postingan ini isinya sampah karena hanya berisi gerundelan saya tentang hal hal yang berhubungan dengan pekerjaan.

Akhir tahun ajaran seperti ini pastinya saya selalu disibukkan dengan berbagai tektek bengek administrasi terutama nilai dan raport. Apalagi, tahun ini saya diberi kepercayaan untuk menghandle dua kelas sekaligus *kelas 2 tapi dua rombel, A dan C* tingkat kesibukan tentunya semakin meningkat. Belum lagi ada kabar bahwa minggu depan akan ada supervisi dari pengawas! Oh, Yes! Oh, No! O_o Makin bertambah lagi lah kesibukan saya.

Diperiksa oleh pengawas sekolah berarti saya harus menyiapkan beragam administrasi yang memang sudah seharusnya saya miliki dan lengkapi. 75% semua administrasi itu siap lengkap tinggal dilihat-diperiksa-dinilai oleh pengawas. Nah, yang 25% nya itu yang bikin kepala saya sedikit nyut nyutan sekarang. Tapi optimis saja lah bahwa saya akan bisa menyelesaikan semuanya dan benar benar telah siap saat akan diperiksa nanti ;))

Bicara administrasi, barusan saja saya menerima sebuah pesan singkat dari salah seorang rekan kerja. Dia menanyakan tentang keberadaan beberapa administrasi mengajar. A bit weird karena sepengetahuan saya, si teman ini adalah orang yang ditunjuk oleh gugus untuk bertanggung jawab mengurusi tektek bengek administrasi itu di gugus kami. Kenapa dia tanya pada saya yang nothing, tidak memiliki kekuasaan apapun di gugus selain mengajar di kelas dua?? dha..a!! O_o

Tuh 'kan.. postingan ini isinya sampah banget! f(-_-')


Saturday, July 26, 2008

Tolong... Engga... Tolong....

one day...
Mr. Z : Miss, punya format *****s ga?
Ms. B : format kosong ga punya. punyanya yang udah diisi.
Mr. Z : Yah, saya belum punya nih. mau bikin adm.
Ms. B : *like i care! kemane aje looooo??? kebiasaan!*
Mr. Z : Bikinin dunkz! yah!
Ms. B : *baru mau mangap buat nolak karena lagi banyak kerjaan juga*
Mr. Z : Nanti sore udah jadi yah... soalnya saya mau bikin adm
Ms. B : ....

Next day....
Ms. N : makanya neng, sama dia mesti tegas. kalo ga dia pasti ngelunjak gitu... kaya lo dibayar
aja ma dia buat bikinin tu format!
Ms. B : ....

kadang segalanya jadi membingungkan.

di satu sisi, sebagai seseorang yang juga selalu butuh bantuan dari orang lain, saat ada orang yang meminta bantuan kita tentu akan dengan senang hati membantu dan memberi pertolongan.

tapi di sisi lain, terkadang orang yang diberi bantuan suka ga mikir dan merintah seenak jidat dan perutnya!

akhirnya, pertolongan itu jadi diselipi sedikit rasa tidak ikhlas. dosa deh.... :(


Monday, July 23, 2007

HAN, Ultah, Nasib Anak Bangsa

Selamat Hari Anak Nasional buat semua yang masih merasa anak-anak di Indonesia ini.
Selamat Hari Ulang Tahun yang ke empat buat majalah tempat saya selama ini bernaung mengais segenggam berlian *yang ga pernah saya dapet sampe sekarang*
Umm, posting ini di awali dengan sebuah pertanyaan
akan jadi seperti apa nasib anak bangsa saat ini dan di masa yang akan datang?

Pertanyaan yang mungkin terkesan serius padahal dilontarkan dengan isengnya itu berasal dari salah seorang teman yang mulai lelah ngeblog *katanyah*
Berikut percakapan detailnya:

Vasili Vasilovitch: fk apaan tu kan?
Vasili Vasilovitch: fak kedokteran?
Vasili Vasilovitch: aslinya dokter yah?
Vasili Vasilovitch: dokter paan?dokter jiwa?
Vasili Vasilovitch: hihihihih
kana haya: fk = fantasi kids
kana haya: majalah tempat gw ngais segenggam berlian
kana haya: :))
Vasili Vasilovitch: ooooh itu
Vasili Vasilovitch: taw gw
kana haya: iya,
kana haya: hari ini ultah dy
kana haya: ucapin selamat dunkz ke gw!
kana haya: :D
Vasili Vasilovitch: segmen anak tk tap isinya ut anak abg
Vasili Vasilovitch: koran g jelas
Vasili Vasilovitch: kesian anak jaman skrg
Vasili Vasilovitch: masih tk dah dicekokin boyband
Vasili Vasilovitch: slamet slamet slamet
Vasili Vasilovitch: yg ke 5 yah?
Vasili Vasilovitch: eh lebih deng
kana haya: udah ga gitu lagi dodol!!!
Vasili Vasilovitch: ampir 10 thn kan?
kana haya: :-w
kana haya: engga fk baru 4 taun
Vasili Vasilovitch: masa ci
Vasili Vasilovitch: dulu 2thn yl aku baca masa isinya weslip
Vasili Vasilovitch: aku langsung mengelus dada
Vasili Vasilovitch: masya Allah anakku besok gimane nasipnyah,..teka ja lom dah dicekokin mamamia afi kdi
kana haya: yah... gapapa dunkz...
kana haya: kan itu ajang kreatipitas
kana haya: *iya, gw juga muntah
Vasili Vasilovitch: yg paling mengenaskan tu kontes dai cilik
Vasili Vasilovitch: anak kecil nguliahin org tua, dah gitu dikeplokin pula
Vasili Vasilovitch: ck ck ck
Vasili Vasilovitch: apa jadinya indonesa
kana haya: hmm...
kana haya: iya siy...
kana haya: apa ya jadinya?
Vasili Vasilovitch: jadinya ya ky gini..kerja malah cating
Vasili Vasilovitch: kerja apa cating?
Vasili Vasilovitch: wakakakak
kana haya: :))

It makes me think about the National Children's Day which is celebrated today, Jully 23.

Kemarin sudah diselenggarakan sebuah acara kenegaraan yang bertempat di Dufan, Ancol. Banyak anak yatim piatu dan tidak mampu yang dengan sengaja diundang oleh Bapak Presiden yang Terhormat untuk bermain di tempat hiburan keluarga yang semakin mahal harga tiket masuknya itu. Lalu, setelah itu apa?

Apakah setelah acara itu nasib anak-anak Indonesia akan menjadi lebih baik? Jadi ingat tayangan berita di salah satu stasiun televisi *hampir setiap stasiun televisi menayangkan momen ini sebetulnya* yang menayangkan momen teleconference antara Bapak Presiden yang Terhormat dengan anak-anak di Aceh dan Papua. Saat si Bapak terharu kala menjawab permintaan si anak dari Papua *saya lupa namanya siapa* saya tidak tersentuh.

Silahkan bilang saya tidak berempati. Tapi bukan cuma dia seorang yang begitu. Di negeri ini ada jutaan anak usia sekolah yang ga bisa sekolah karena orangtuanya tidak mampu secara finansial. Dan karena itu, mereka hanya bisa jadi buruh di bawah usia kerja. Atau sekedar menjadi pengemis dan pengamen jalanan. Bahkan berdagang dengan cara mengasong juga jadi pilihan untuk dapat bertahan hidup.

Ya, ada sih memang yang dengan sukarela melakukan hal itu bahkan enggan kembali ke sekolah. Dan penyebabnya tentu kita sudah tahu, mereka sudah mengerti arti sebuah rupiah! Saat mereka merasa sudah bisa menghasilkan uang tanpa harus mengenyam pendidikan yang harganya selangit, untuk apa kembali ke sekolah?

Saya hanya merasa, buat apa, sih, hal-hal-seperti-meminta-kepada-Presiden dibesar-besarkan? Gak Penting! Karena toh, seperti yang saya katakan di postingan saya yang sebelumnya, Bapak yang Terhormat itu cuma bisa janji! Tapi pembuktiannya gak ada! Okelah, mungkin dy sudah menginstruksikan anak buahnya yang segudang lebih itu untuk segera menyelesaikan masalah pendidikan bagi generasi muda bangsa. Tapi apakah dy pernah ingat untuk mengawasi kinerja dan memeriksa laporan secara seksama? Terlalu sibuk berkeliling dan berdiplomasi, tau gak!

Balik lagi ke percakapan saya dan teman saya itu. Akan jadi apa nasib anak bangsa nanti? Kalau sekarang mereka hanya dicekoki dengan sinetron-gak-bermutu-yang-menjual-kapitalisme- dan-materialsme-serta-gaya-hidup-hedonis? Acara ajang unjuk bakat yang menimbun mimpi semacam AFI, Indonesian Idol, Mamamia, dan Dai Cilik? Berita-berita kriminal tentang perampokan, pencopetan, pemerkosaan, pelecehan seksual, penganiayaan, bunuh diri, mutilasi, dan hal-hal kejam lainnya?

Jangan heran, kawan, kalau kamu melihat gambaran bangsa yang bobrok dan dilaknat Tuhan! Enggak, saya gak sok suci. Saya juga terkadang menonton acara2 semacam itu. Tapi saya kurang menyukainya. Karena bagi saya, hal-hal semacam itu bukan untuk diekspos ke khalayak ramai. Tapi, bagaimanapun... saya ternyata membutuhkan anak-anak kecil itu sebagai penyambung hidup saya di majalah ini.

Anj**g!!! Guwa ko jadi ga bermoral ginih!! *sigh*

Thursday, July 19, 2007

Go for Education!

Indonesia kalah di penyisihan AFC!! Oh, well. Sudah bisa diprediksi, toh? Mengingat lawannya adalah Korea yang sudah menjadi langganan peserta Piala Dunia!! Tapi, saya cukup salut dengan masyarakat pecinta bola di Indonesia. Semua anteng berada di depan teve sejak sebelum jam 5 sore sampe pertandingan Indonesia vs Korea selesai. Meski mereka bubar dengan wajah kuciwa....

Tapi soal mereka yang nonton pertandingan kemarin, saya acungin jempol deh! Secara, yah, pas saya keluar kantor jam 5.06 biasanya saya udah kesulitan dapet mikro44 yang ke arah Kampung Melayu. Kemarin, malah banyak yang nganggur ngetem nunggu penumpang yang sebagian besar lagi anteng di depan teve nonton AFC! Lalu lintas di stasiun Tebet pun, saya mendapati banyak sekali calon penumpang *terutama yang laki-laki* anteng berdiri di depan teve di abang2 jualan DVD&MP3 bajakan yang sedang menayangkan pertandingan Indonesia vs Korea!

Oh, belum selesai sodara2! Saya dan teman saya yang sudah keluar kantor sejak jam 4.30 sore harus dengan setia menanti kereta ekonomi yang gak kunjung muncul atau sekalinya muncul penumpang di dalamnya bejubel banget!! Kenapa kereta ekonomi ga dateng2 padahal jam segitu biasanya silih berganti juga antara kereta ekspress dan ekonomi? Oh, well. Masinis juga ingin menunjukkan rasa nasionalismenya dengan membiarkan penumpang kereta ekonomi Jakarta-Bogor seperti saya dan teman saya terlantar di stasiun karena dy pengen nonton pertandingan itu di teve *ato mungkin ada yang nekat dateng ke Senayan? Who knows!*

Masih belum selesai! Begitu nyampe di stasiun bogor kira2 jam 6.45, dan saya melangkah dari punti keluar stasiun, di depan saya sudah tampak para pecinta dan suporter Indonesia *ato Korea?* yang sedang berdiri di depan teve sang pemilik warung nasi di depan stasiun Bogor! Yah, pada kenyataannya Indonesia memang harus kalah oleh Korea.



Yak, kali ini selesai laporan saya tentang para pendukung Indonesia *dan mungkin Korea* yang dengan setia mantengin teve yang ada di jalanan.

Hey, pagi ini saya menemukan ada sekitar 13 bus sewaan dari arah Sukabumi menuju tol Jagorawi lewat di depan rumah saya. Semua bis itu menempelkan kertas "PGRI kok dilawan!" Hmm, what was that all about? Waktu saya tanya sama ayah, katanya itu rombongan guru2 yang mau demonstrasi massal di Jakarta. Weww....

Yah, wajar aja, sih, kalo guru guru itu pada demo. As we know, di APBN tahun ini dana pendidikan cuman 11,8% dari total Rp. 647,4 trilyun! Dan ini dikarenakan dana yang ada akan dialokasikan untuk membayar hutang negara! Ya ya ya... bagus deh!! Naekin aja terus gaji anggota dewan sirkus *mengutip ibu yang satu ini* yang bahkan ke absahan ijazah pendidikannya pun masih amat sangat diragukan dan gencet terus anggaran buat pendidikan!

Sekolah dilarang meminta pungutan lain karena sudah ada dana BOS dari pemerintah. Iya, niat awalnya memang bagus. Dana BOS untuk membiayai pendidikan. Tapi, kalo anggaran pendidikan dipangkas terus, apa bakal cukup itu dana BOS membiayai sekian banyak sekolah di Tanah Air ini? Lagipula, dana BOS itu cairnya tepat waktu gak? Bertepatan dengan tahun ajaran baru seperti sekarang, misalnya?

Hey Bapak yang sekarang sedang berkuasa, simpan airmata dan janji2 manismu! Rakyat miskin ga butuh air mata! Tiap hari mereka juga nangis karena ga punya duit! Jangankan buat makan makanan sangat super sehat seperti yang Bapak biasa makan tiap hari, bisa makan sekaliiii aja dalam sehari udah alhamdulillah!

Terus masalah kesejahteraan guru, sudah Bapak perhatikan kah? Oya, mungkin Bapak memang sudah menugaskan cecurut cecurut berdasi yang ada di setiap gedung tinggi bertitel Badan Negara itu untuk memperhatikan kesejahteraan guru. Tapi apakah Bapak ingat untuk mengawasi kinerja mereka? Apakah Bapak langsung mempercayai semua laporan palsu dari mereka? Pastinya dunkz! Cih!

Gaji guru itu kecil! Meski kini nominalnya memang sudah mencapai angka satu juta, tetap saja gak bakal cukup! Lagipula, gaji segitu itu kalo golongan tingkat eselonnya sudah tinggi! kalo masih golongan II, gak segitu! Apalagi setiap rencana kenaikan gaji buat PNS, selalu dibarengi dengan kenaikan harga segala macam barang! Lalu, dana kesejahteraan buat guru honorer dan guru bantu yang konon disebut BKG (Bantuan Kesejahteraan Guru) memangnya ada yang diterima utuh seutuh utuhnya oleh yang bersangkutan? Iris kuping saya kalo ada! Kenapa? Karena penyunatan dengan alasan administrasi di Tanah Air ini sudah menjadi hal tidak penting yang mutlak! Dan saya pernah mengalaminya secara pribadi!

Tuesday, July 17, 2007

Cih!

Blah... blah... blah....

Situ oke?
Kalo ga suka, ngomong!
Ga usah ngedumel di belakang
dan tertawa saat sini susah!
Cih! Gak gentle!!!

Tuesday, June 26, 2007

Spiteng, eh, Spitting

Bukan ini bukan tentang sepiteng tempat kita membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Ini tentang Spitting a.k.a meludah! Yepz, me-lu-dah! ! Yaiks!

Saya sering merasa kesal jika melihat oknum meludahkan air liurnya secara sembarangan. Entah itu membuang ludahnya ke jalan raya, atau bahkan dengan sangat joroknya meludah sembarangan di atas angkutan umum!!! Urgh!!! I hate it! @#$%^&*!!!

Oke, saya akui. Ada beberapa orang yang memang tanpa dapat dikendalikan tubuhnya memproduksi air liur secara gila-gilaan. Dan daripada dibilang an***g guguk karena mulutnya belepotan air liur, lebih baik kelebihan itu dibuang secara teratur sehingga tidak ada tetesan ludah di sekitar mulut. Tapi, yah, saya kok gak setuju dan gak nyaman melihatnya.

Yah, kalo kegiatan meludah itu dilakukan di kamar mandi, sih, its fine. Memang di sanalah seharusnya kita melakukan aktivitas demikian. Yang membuat saya gerah dan ingin rasanya memegangi kepala si peludah dan mengarahkan mukanya pada ludahannya *biar dia jilatin sekalian! Ok, that was grossy, I dont like it either* adalah karena banyak sekali oknum yang membuang ludah sembarangan.

Salah satu contohnya adalah tadi malam. Saat saya pulang ke rumah. Di dalam sebuah angkot ke arah Sukasari. Ada seorang kakek tua yang sepertinya sedang terserang batuk. Dan karena batuknya itu, dia berusaha meludahkan dahak yang menyangkut di tenggorokannya! Yaiks! It was sooooo grossy! Memang, sih, dia tidak meludahkannya ke lantai angkot. Tapi dia meludahkannya keluar. Ke jalan raya. Yang sangat memungkinkan ludahan dahak itu mengenai tubuh seseorang yang tengah berjalan di pinggrian jalan raya tersebut! JOROOOOOKKK!!!

Okay, itu karena penyakit. Tapi tidak berarti anda bisa menularkan penyakit anda begitu saja pada orang lain dong! Tidak adil itu namanya! Udara kotor saja sudah bisa menularkan penyakit. Gak usah ditambah ludah berisi virus seperti itu!

Saya juga jengah jika melihat seseorang meludahkan air liurnya ke lantai angkutan umum. Ini gak jarang saya temukan di *lagi-lagi* angkot dan kereta *ekonomi, pastinya*. Meski setelah meludah, oknum itu 'mengelap' ludahannya dengan alas kakinya. Tetap saja saya jengah melihatnya! JOROK!

Dan sayangnya, yang melakukan hal ini tidak hanya laki-laki. Perempuan pun banyak juga yang nekad melakukannya! Well, I must say that that is not polite and nice for a woman doing such thing.

Please, ludahnya disimpan sampe kamu nemu kamar mandi 'kan lebih baik. Selain itu juga lebih sehat bagi masyarakat di sekitar kita. Dan itu juga bisa jadi salah satu bukti bahwa kita peduli pada lingkungan.

*****Aku Ingin Ikut Ke Acara Spongebob Live Show di Tennis Indoor Senayan*****
*****Nangis*****

Thursday, June 21, 2007

Pesan Berantai

AL QAYUM AL MAJID AL WAJID AL WAHIDAL AHAD AL SHAMAD AL QADIR
SEBARKAN 7 ASMA ALLAH INI PADA 7 ORANG
INSYA ALLAH KEINGINANMU AKAN TERCAPAI (JGN DI REMEHKAN)

Pernah terima pesan seperti di atas?

Tadi malam adalah yang kedua kalinya saya menerima pesan berantai macam itu. Dan untuk yang kesekian kalinya, saya tidak mem-forward pesan berantai!

Pesan berantai, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh WJS. Soejadarminta, adalah
pesan yang dikirimkan kepada seseorang, dan si penerima harus menyalin dan mengirimkannya kembali kepada yang lainnya.

Entah sejak kapan kebiasaan iseng mengirimkan pesan berantai ini bermula. Dan saya juga heran, apa keuntungannya, ya, menyebarkan pesan seperti ini?

Dulu, waktu saya SD, saya pernah melakukan pesan berantai ini. Waktu itu, saya menerima sebuah pesan yang tertulis dalam secarik kertas. Dalam surat itu, saya diminta untuk menyalinnya dan memberikan atau mengirimkannya kepada 5 orang yang saya kenal. Yah, namanya juga anak SD! Ho-oh aja deh! Saya salin, dan saya berikan pada lima orang yang saya kenal. Bukan apa2, di surat itu juga tertulis, kalau saya tidak meneruskannya maka saya akan mengalami kesialan selama sekian tahun dan sulit dapet jodoh! Oalah, ya namanya anak-anak... impian jadi pengantin ga boleh pudar dunkz! Heuhuehehehe....

Nah, untuk meneruskan surat itu tentu saya harus mengeluarkan modal, dunkz! Modal kertas dan tinta ballpoint. Bayangkan kalau setiap orang yang menerima surat itu melakukan hal yang sama seperti saya. Entah sudah berapa lembar kertas terbuang sia2 hanya untuk memenuhi nafsu iseng si pembuat pesan berantai. Dan itu berarti, sudah banyak pohon yang ditebang secara paksa untuk memenuhi nafsu iseng tersebut!

Pesan berantai gak cuma muncul lewat kertas saja. Ada juga yang muncul lewat kartu pos, E-mail, bahkan SMS di ponsel! Saya heran, kenapa masih saja ada orang yang mau meneruskan pesan tersebut. Padahal sudah amat sangat jelas bahwa kemungkinan isi pesan bisa menjadi kenyataan hanya 0,00000000000001%!! *ya, itu hitungan acak saya*

oya, posting ini tidak perlu disalin dan ditampilkan di blog masing-masing ya! *hahah! GeeR si Kana!*

Monday, June 11, 2007

Kantor Macam Apa?! @#$%^&*!!!

+62818112xxx [Rara]
Na gw pngn pndh gawe nih psng bgt,
ga enaken suasana kntrny.

+628561206xxx [Kana]
Sabar say...kl blm dpt kerjaan baru jgn nyerah!
mang knp g enak?kerasa yupz *bla bla bla yadda yadda....*

+62818112xxx [Rara]
Ya,gt deh Na!kl gw kluar gw hrs byr k prusahaan!
mnding gw nunggu dpcat aj deh!

...


Aneh! Udah diterima kerja, masih harus nunggu berbulan2 untuk lokasi penempatan kerja. Lalu, kalau memutuskan untuk berhenti, si pegawai harus membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan. Memangnya dia kerja sebagai TKW apa!!

Monday, May 21, 2007

Ada Bedanya, ya?

Memangnya ada perbedaan yang sangat signifikan antara menelepon dengan menggunakan awalan (+62....) dan awalan (0....), ya?

Karena saya baru saja mengalami hal itu.

Saya hendak menelepon seorang narasumber di nomor +62816xxxxxx. Tapi jawaban yang saya dapat adalah "Anda tidak dapat melakukan panggilan ke nomor ini." Saya pikir, mungkin masalah sinyal. Dan saya pun berpindah tempat. Tapi hal yang sama terulang. Mbak2 bersuara merdu (?) itu kembali mengatakan hal yang sama. Putus asa, akhirnya saya gunakan telepon kantor, minta disambungkan via operator. Tapi operator tak kunjung menyambungkan [@#$%^&*!!!!]. Saya coba lagi dengan ponsel saya. Kembali si mbak2 itu mengulang kalimat yang sama. Saya tidak dapat melakukan panggilan ke nomor tersebut. Apa mungkin karena pulsa tidak mencukupi? Nggak tuh. Setelah di-check nominal pulsa saya masih sangat mencukupi untuk melakukan sebuah panggilan telepon. Aneh bin ajaib!!! Saya pikir mungkin nomor narasumber saya itu yang bermasalah. Ya sudahlah. Lain waktu saja saya hubungi beliau.

Lalu saya menelepon si Gentong. Karena sejak meeting redaksi tadi dy miskol2 saya terus. *iyah, say, kamu lagi ngirit pulsa. saya tau. xP* And guess what?! Si mbak2 itu mengulangi kalimat yang sama!
Anda tidak dapat melakukan panggilan ke nomor ini.

Weks??? Wat de mining, tuh?? o_O

Then I called the Contact Service Officer (CSO) of my SIM card. Setelah berulang kali nada sibuk, akhirnya tersambung juga.

CSO : Selamat sore, dengan XXX bisa dibantu? [suaranya merdu....]
Kana: Iyah, mas. Saya Kana. Mau tanya dunkz.
CSO : Selamat sore, Ibu (?) Kana. Ada yang bisa saya bantu?
Kana: Jelas ada dunkz, mas. Ga mungkin saya telpon kalo ga minta bantuan.
CSO : Maaf, sebelumnya bisa disebutkan nomor kartu SIM card anda, Ibu (?!) Kana?
Kana: Ok. 0856xxxxxxx.
CSO : Baik. Saya ulangi, ya, Ibu (?!!) Kana. Nomor anda..... [bla..bla..bla...] Ada yang bisa saya bantu?
Kana: Iya, mas. Saya koq dari tadi mau telpon ke nomor lain gak bisa, ya mas? [akhirnya saya bisa mengungkapkan masalah saya! setelah percakapan ga penting di atas!]
CSO : Bisa dijelaskan 'tidak bisa' nya itu bagaimana?
Kana: [sambil berpikir mas2 ini kenapa siy? ko masih minta penjelasan ajah?] Iyah, jadi... [bla-bla-bla-yadda-yadda,... saya ceritakan seperti yang tadi sudah saya tulis di atas sebelum percakapan ini]
CSO : Baik, Ibu (?!!!) Kana. Anda tidak bisa melakukan panggilan ke nomor lain di jaringan Indosat saja atau juga ke operator lain?
Kana: Operator lain juga. [secara si Gentong itu ga pake provider Indosat]
CSO : Baik, Ibu (?!!!!) Kana. Ibu (?!!!!!) melakukan panggilan dengan awalan (+62) atau nol (0)?
Kana: (+62). [Rata2 saya nyimpen nomor setelah orang itu nelpon saya. jadi awalannya selalu (+62)]
CSO : Baik, Ibu (?!!!!!!) Kana. Apakah anda sudah coba mengganti (+62) dengan nol (0)?
Kana: Err... belum. Emang ngaruh, ya, mas? [dengan ekspresi suara tolol]
CSO : Sepertinya begitu, Ibu (?!!!!!!!). Mungkin bisa dicoba dengan cara tersebut terlebih dahulu. Dan jika tidak berhasil Ibu (?!!!!!!!!) bisa menghubungi kami kembali.
Kana: Oh, oke, deh, kalo gituh. Makasih.
-----END OF THE CONVERSATION-----

Selanjutnya saya coba ikuti saran mas CSO itu. Guess what?! It works! Do'oh!!! Koq bisa, yah?? Ngaruh, yah, awalan (+62) dengan awalan nol (0) dengan nasib terhubung atau tidaknya sebuah panggilan telepon???

p.s.
saya sedang kesal dengan seseorang. dy berusaha menjatuhkan kredibilitas saya di depan forum waktu meeting redaksi tadi. tapi sayang. dy ga cukup pintar untuk melakukannya. karena saya memang benar. pesan saya: dengarkan perkataan rekan kerja anda saat merundingkan suatu tugas! dengarkan dengan sebaik baiknya. sehingga anda tidak salah langkah!! *karena dy tidak mendengarkan saya dengan baik. maka dy menjatuhkan kredibilitasnya sendiri! hohoho....*

p.s. (lagi)
"dy" bukan hell-bitch itu, siy... xP

Friday, May 4, 2007

Maaf!

saya sedang lelah!
lelah fisik
dan lelah hati

jadi maaf
runtutan kisahnya ditunda nanti saja
saat saya sudah lebih segar

semoga weekend bisa membuat saya segar


*have a nice weekend

Monday, April 30, 2007

Catharsis

Ibu2: Aduh, jangan dorong dorong, dong! Semua juga mau turun koq!
Cewe1: Yeiy, namanya juga naek kereta!
Cewe2: Iya, kalo naek kereta ya keik gini!
Cowo: Naek ambulance aja, bu! *tepat di depan telinga saya*
Saya: Berisik!
Cowo: NAEK AMBULANCE! *tepat di belakang saya*
[saya pun berbalik]
Saya: BERISIK!
Cowo: Apaan sih?!
Saya: Elo tuh! Tereak di telinga gue! Mending suara lo merdu! BRENGSEK! *tepat di depan wajahnya*
[berbalik dan pergi ke arah angkot2 yang sudah menunggu]
Cowo: [ga tau, mungkin dalam hatinya dy bilang "WTF?!"]

Yah, saya memang tipikal orang yang mudah panas alias beremosi tinggi. Apalagi saat berada dalam tekanan seperti saat ini. Tekanan ditinggal orangtua pulang kampung, tekanan pekerjaan, tekanan hubungan antar manusia, dan tekanan lain-lain!

Sadar atau tidak, saat seorang individu berada dalam tekanan, maka ia akan mudah marah atau justru menjadi cengeng. Yah, itu adalah bentuk katarsis yang dipilihnya. Dan saya memilih untuk marah dan terlihat garang di depan orang kemudian menangis tersedu2 saat saya sedang sendiri sebagai katarsis.

The term catharsis has been used for centuries as a medical term meaning a "purging." Most commonly in a medical context, it euphemistically refers to a purging of the bowels. A drug, herb, or other agent administered as a strong laxative is termed a cathartic.

The term catharsis has also been adopted by modern psychotherapy, particularly Freudian psychoanalysis, to describe the act of expressing deep emotions often associated with events in the individual's past which have never before been adequately expressed. Catharsis is also an emotional release associated with talking about the underlying causes of a problem (it was first mentioned by Aristotle: catharsis associated with audience watching tragic plays)
Source: Wikipedia

Lelah! Saya lelah! Padahal liburan weekend baru saja selesai. Seandainya saya sudah dapat jatah cuti... T_T

Hari ini saya juga mati rasa!

Friday, April 20, 2007

Have You Ever ...

Feel insecure? Ngerasa gak nyaman? Padahal segala sesuatu berjalan seperti biasa dan dengan semestinya. Well, itu yang sedang saya rasakan saat ini. Entah kenapa, saya merasa sangat tidak nyaman. Di mana pun saya berada, rasa tidak nyaman itu terus menerus muncul dan menghantui saya. Rasanya saya tidak memiliki dosa atau kesalahan yang bisa menjadi pemicu munculnya rasa ini. Tapi entahlah, mungkin tanpa saya sadari saya telah melakukan kesalahan.

Dua hari ini terasa sangat melelahkan! Kenapa? Karena perasaan tidak nyaman itu. Tak usah lah saya kisahkan yang terjadi kemarin. Saya kisahkan yang terjadi hari ini saja.

Sudah sejak satu bulan yang lalu saya diberitahu bahwa 1001buku akan mengadakan sebuah acara olimpiade taman bacaan anak. Om yang satu ini yang memberitahu saya. Karena LSM yang dikelolanya bersama teman-temannya akan mengikuti olimpiade tersebut. Saya tentu sangat bersemangat mendengar hal ini. Saya pun bertekad, saya akan pergi ke olimpiade tersebut dan meliputnya!

But thing goes wrong today! I havent received the invitaion indeed. But I have called the official person for the event and promised them to attend the olympic. And I have also got the permission from my chief-editor. So I scheduled it and wrote it on the schedule board.

And suddenly, these two-bloody-fucking-mother-fucker-asshole-guys who have to go there with me protested the schedule! Mereka bilang, saya mendadak menjadwalkannya. Mereka bilang, mereka sudah punya acara pada hari itu. Dan mereka bilang, mereka sudah memberitahukannya sejak lama!!

Dude! Did you guys told me? Or did you guys told about that to other ECXEPT me? Karena, maaf ya, saya TIDAK MERASA ingat bahwa kalian telah memberitahukan kepada saya!
Yang saya ingat adalah, KALIAN BERDUA MEMINTA SAYA UNTUK TIDAK MEMBUAT JANJI LIPUTAN PADA TANGGAL 6-8 APRIL!!! Dan bukan tanggal 22 April! Jadi maaf saja kalau saya harus menjadwalkan pergi!

Dan yang lebih membuat saya kesal adalah, the hell-bitch that i've told about it to you *kalo lupa silahkan klik link yang sudah saya berikan untuk menyegarkan ingatan* said these words to me
"Kan Mas *** udah bilang dari kapan tau, Na!"

Excuse me? Kapan tau itu KAPAN ya? Dan BILANGnya itu sama SIAPA ya??? Sama saya ato sama kamu the hell-bitch??

Oh God! Bloody fucking shit!! Bisa gila saya kalau begini! Lalu apa yang harus saya katakan pada panitia? Apa yang harus saya katakan pada Om Yok?

Ini membuat saya semakin tidak nyaman!
--------------------
lagu backsound ini lagunya Natasha Bedingfield yang terbaru, I wanna have your babies. saya sempat diketawain sama tante saya kemarin karena menyanyikan lagu ini *tentunya dengan suara merdu nan sumbang milik saya ini* katanya,
do you want to have a baby from Gentong?

haqhaqhaq.... yah.. kalo sampe jadi nikah, ya mau! tapi kalo ga jadi nikah, ya ga mau! maunya punya anak dari suami saya dunkz! haqhaqhaq....

Wednesday, March 21, 2007

Holiday Report *while sneezing badly*

Hatsiiyyy!!! Srooootttt..... <maaf, saya sudah 3 hari ini kena serangan pilek jadi kalo denger suara bersin ato menyedot ingus, maaf yaaaa :D>

Makasih.. makasih.. sebelumnya buat yang sudah menyempatkan diri menengok blog ini meski belum ada updetan *bahkan updet terbaru isinya ga penting, cuma pamit mo libur :p* Yah, sudah beberapa hari ini saya kena pilek. Ga tau, deh, ketularan di mana. Yang jelas, saat ini hidung saya yang ukurannya cukup besar ini sulit digunakan untuk bernafas dikarenakan lendir2 ingus yang menyumbat lubang hidung yang juga besar. Sorry if sounds nasty.. :p

Kalo ada yang mau tau apa yang saya kerjakan saat liburan, jawabannya beberes kamar dan main sama sepupu2 cilik saya yang nggemesin sekaligus nyebelin karena yang satu doyan ngerengek, yang satu lagi doyan ngompol *secara baru 6 bulan* Sempet jalan2 juga, sih. Karena seorang teman ngabarin kalo di Gramedia lagi ada sale buku n komik langsung aja melesat ke sana. Lumayan, 1 komik harganya cuman Rp. 2.500,- *tapi komik lama yang sebagian besar sudah lengkap saya koleksi T_T* jadi saya batal hunting komik dan beralih ke hunting buku & novel. Lumayan juga, dari yang tadinya harga minimal 25ribuan di sale jadi 5-10ribuan! Hemat gila!!! Sampe habis deh duit jajan bulan ini T_T but its okay, demi menjaga dan memenuhi nafsu baca saya yang sudah mulai terkontaminasi bacaan anak2 gara2 keseringan ngereview novel ato cerita anak :p

Jadi sepanjang liburan 3 hari, ga cuma beberes kamar dan main sama sepupu cilik, tapi juga baca buku & novel sale dari Gramedia!! :D *feels like in heaven*

Di antara sekian banyak buku yang saya beli, ada bukunya NoRiYu a.k.a Nova Riyanti Yusuf. Judulnya "Libido Junkie: a memoir for the radicals". Isinya kumpulan essaynya yang pernah dimuat di majalah Djakarta! & Gatra. *btw, believe it or not, sampe detik ini saya blom pernah baca majalah Djakarta!*

Dan di antara sekian banyak essay di dalamnya, saya paling tertarik sama yang judulnya "Tahun Baru: Yakin Bisa Positive-Thinking?" She's mostly give a line to the habit of reading for Indonesian people on this essay. Dan saya setuju dengan apa yang dikemukakannya. Saat ada sebagian orang yang benar2 peduli pada minat dan kebiasaan membaca yang sebaiknya diterapkan sejak masih usia kanak-kanak, mereka (baca: orang2 pemeritahan teratas) justru memandangnya sebagai hal yang tidak penting. Tidak percaya?

NoRiYu mencontohkan sebuah seminar yang nara sumbernya salah satunya adalah NoRiYu. Tema seminar yang diadakan di Denpasar itu adalah "Gerakan Sosialisasi Minat Baca" Dan direncanakan, Gubernur Bali pada saat itu akan hadir untuk ikut serta dalam seminar tersebut *entah, ya, sebagai peserta ato nara sumber ato sekedar pajangan* Sayangnya, ia BATAL hadir. See, kalo dia (baca: gubernur itu) meluangkan waktu untuk hadir meski hanya sekedar setor muka, itu akan sangat menunjukkan keseriusannya dalam mendukung Gerakan Sosialisasi Minat Baca tersebut 'kan? But he's not there. Oke lah, mungkin dy sedang ada urusan yang LEBIH penting! *pret-dut-cuih!*

Saya juga pernah mengalami hal yang sama dengan NoRiYu. Saya pernah diundang meliput konpers sebuah acara lomba penulisan err... pokonya intinya, tulisannya adalah tentang bagaimana seorang guru menerapkan kurikulum pembelajaran Sains di sekolah. Direncanakan menteri pendidikan saat itu akan hadir untuk ikut berbicara dalam konpers sehubungan beliau adalah salah satu juri lomba tersebut. But he didn't come and sent one of his staff to represent him on that conpers. Padahal menurut saya, acara ini cukup penting. As we know, banyak siswa *termasuk saya, dulu* menganggap bahwa belajar Sains itu membosankan. Nah, lomba ini 'kan bisa jadi salah satu cara bagi pemerintah untuk mensosialisasikan bahwa belajar Sains itu TIDAK akan membosankan jika kita belajar dan guru mengajar Sains dengan teknik dan metode yang benar dan cocok. Sehingga kelak, anak Indonesia tidak lagi bodoh dalam hal Sains. Sayangnya, "urusan" lain menjadi jauh lebih penting ketimbang hal ini.

Padahal, seandainya saja para pejabat itu mau meluangkan sedikit saja dari sekian banyak waktunya yang sangat berharga itu untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa ia peduli pada program yang dicanangkan oleh departemennya atau pemerintahannya, tentu masyarakat tidak akan kehilangan kepercayan pada pemerintah seperti yang terjadi saat ini. Karena apa yang dilihat masyarakat adalah, para pemimpin melupakan masyarakat meski masyarakat yang memilihnya menjadi seorang pemimpin sedang kesusahan karena berbagai bencana yang datang silih berganti menimpa bangsa ini.

Jadi ingat postingan Jeng tomboy yang satu ini. Yang penasaran, silahkan baca sendiri di blognya. Sudah saya kasih link tuh :p *saya malas mengetik ulang :p*

p.s. isi postingan ini ga cocok sama judulnya ya? tapi ada yang nyambung 'kan? :p

Friday, March 9, 2007

It's Weekend Time

Ganti Lagee?? Hehe, jangan kaget... saya sepertinya udah ketularan jeng Nduti yang lagi sibuk pacaran sampe lupa ga ganti leotnya beberapa waktu ini... hehehe....

Karena saya sempat jatuh cinta sama drama Korea yang satu ini, dan pas lagi iseng brosing ke blogskin saya menemukannya, yasuwla... saya ambil paksa n jadikan leot baru blog ini. Beginilah kalau sedang iseng tanpa pekerjaan....

Eniwei, saya juga baru ngeh kalo kemarin (8/3) itu ternyata bukan hanya diperingati sebagai International Women's Day, tetapi juga Hari Ginjal Sedunia. Sebetulnya sudah diingatkan sama si Ibu yang ini, tapi saya lupa mencantumkan di postingan kemarin. Hehe... Well, semoga dengan adanya hari khusus untuk memperingati kedua hal tersebut, permasalahan yang berkaitan dengan kaum perempuan dan ginjal semua orang dapat terselesaikan dan berakhir dengan solusi yang terbaik.

Eh, hari Rabu (7/3) kemarin saya nonton Wimar's World. Lagi ngebahas tentang Republik Mimpi yang disomasi sama bapak Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil. Lucu, yah? Kenapa juga kalau yang bersangkutan yang diparodikan malah senang dan merasa tidak bermasalah, eh, si bapak ini koq malah gembar gembor mau kirim somasi. Meski mengatasnamakan pribadi *Sofyan Djalil* dan bukan Menkominfo, tapi tetap saja, toh?! Somasi yang nggak penting!! Dan sebetulnya, saya juga sedikit tersinggung dengan ucapannya kala ia mengumumkan niatnya untuk mensomasi beberapa waktu yang lalu.
masyarakat Indonesia belum cukup teredukasi untuk menerima program tayangan televisi yang demikian *kurang lebih begitu, ya... saya lupa kalimat pastinya*

Lalu salah siapa masyarakat Indonesia ini ga berpendidikan yang layak dan cukup?? Salah masyarakatnya sendiri? Memangnya yang suka makan duit jatahnya rakyat itu siapa, ya??? Haloww.... *pret dut cuih!*

Mau mensomasi? Silahkan saja! Tapi sungguh, jika benar somasi itu terjadi, ternyata memang bahwa pejabat Indonesia menganut prinsip "the king can do no wrong"! *pret dut cuih!*

Duh, besok sudah weekend, nih! Mau pergi? Enggak, ah! Saya malas! Mau bersantai saja di rumah. *lagian si Gentong semalem laporan kalo dy lagi demam kena flu* Met Weekend buat semua, ya!! =)

Thursday, March 8, 2007

Let's End the Impunity!!

Selamat Hari Perempuan Sedunia untuk semua kaum perempuan yang ada di muka bumi ini.

Kalo gak diingetin sama si Om yang satu ini, saya juga ga bakal ngeh kalo hari ini, 8 Maret 2007, adalah Hari Perempuan Sedunia atau bahasa kerennya International Women's Day. Makasih sudah diingatkan ya Om!

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah "Ending Impunity for Violence against Women and Girls" atau "Mengakhiri Kekebalan Hukum Terhadap Kekerasan Pada Perempuan dan Anak-anak (Perempuan)"

Seperti yang telah banyak diberitakan beberapa tahun belakangan ini, hampir setiap harinya terjadi kekerasan baru terhadap kaum perempuan. Bahkan hampir setiap harinya pula, ada di antara kaum perempuan yang tertindas tersebut meregang nyawa. Dan pelaku kejahatannya hanya diganjar dengan hukuman yang sangat ringan. Jauh lebih ringan daripada hukuman pembunuhan yang semestinya.

Keringanan hukum ini tentu dijatuhkan bukan tanpa alasan. Di banyak negara, kasus kekerasan dalam rumah tangga [entah itu kekerasan suami terhadap istri ataupun orangtua terhadap anak] ianggap berada dalam wilayah pribadi keluarga tersebut. Sehingga, pepemrintah negara tersebut, tidak dapat berbuat apa2 seandainya kekerasan tersebut terjadi hingga meminta korban nyawa.

Saya pernah melihat satu contoh kasus ini. Tidak dalam kehidupan pribadi saya, tetapi saya melihatnya di acara the Oprah's Show. Pada salah satu episodenya, Oprah membongkar praktek pembakaran pengantin wanita [Dowry Deaths atau Bride Burning] di sebuah daerah di India. Alasan yang dikemukakan oleh mereka yang melakukan kejahatan tersebut sangatlah mengerikan. Misalnya, karena uang mahar dari pihak perempuan tidak juga dilunasi kepada pihak laki-laki setelah beberapa waktu pernikahan, atau pihak laki-laki ingin berpoligami namun sang istri tidak menyetujuinya. Sungguh sangatlah mengecewakan! Hanya karena hal duniawi yang sepele, mereka mengorbankan nyawa seseorang.

Kejahatan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Biasanya, saat ada korban yang datang ke rumah sakit, pihak rumah sakit hanya akan menampungnya tanpa memberikan pengobatan apapun bahkan setetes air pun tidak. Hingga akhirnya korban tersebut meregang nyawa di rumah sakit. Dan biasanya pula, pihak keluarga perempuan turut membiarkan kejadian ini. Bahkan, seandainya ada korban yang selamat, pihak keluarga akan mengembalikan perempuan tersebut ke keluarga suaminya untuk kemudian menjalani kehidupan yang lebih buruk dari kematian.

Mungkin sebagian orang tidak akan percaya bahwa hal ini benar2 terjadi. Tapi, percaya atau tidak, hal itu benar2 terjadi. Apakah pihak pemerintah India bisa menindak mereka? Mungkin Polisi India akan menangkap sang suami jika ada laporan. Tetapi pertanyaannya, apakah ada yang melapor? Kalaupun memang ada, seberapa kebal, sih, hukum di dunia ini terhadap aksi suap menyuap dengan uang?

Kisah itu hanyalah sebagian kecil kisah memilukan yang harus dihadapi sebagian perempuan di dunia ini. Masih banyak kasus tak terungkap yang jelas2 merugikan kaum perempuan. Dan untuk kasus2 yang memilukan tersebut, banyak pemerintahan yang tidak dapat menghukum si pelaku kejahatan hanya dikarenakan tidak memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk menghukumnya. Apakah negara kita memiliki hukum tersebut?

Saya bukanlah ahli hukum. Dan saya termasuk orang2 yang buta hukum. Saya tidak tahu menahu hukum2 apa saja, pasal berapa saja dalam kitab undang-undang hukum perdata ataupun pidana yang bisa dijatuhkan kepada pelaku kejahatan terhadap kaum perempuan. Dan saya juga tidak tahu, apakah kitab hukum yang dipegang di negara ini memiliki pasal untuk menghukum pelaku kasus kejahatan tersebut atau tidak. Namun, harus kita akui, supremasi hukum di negeri ini belumlah kuat. Masih banyak peradilan baik mengenai ataupun di luar kasus kejahatan terhadap kaum perempuan yang berakhir mengecewakan.

Perempuan adalah juga manusia. Hendaknya ia juga sama dihormati layaknya kaum laki-laki. Sedikit *kalau bisa sih banyak, hehe...* penghargaan atas apa yang dilakukan oleh perempuan akan turut membantu pengakhiran kekebalan hukum atas kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak.

[Tidak dipungkiri, memang, ada sebagian perempuan yang bersikap semena-mena terhadap kata "emansipasi". Dengan mengusung kata "emansipasi" mereka bersikap keterlaluan dengan menindas kaum pria dan kaumnya sendiri.]

Source: Wikipedia, UN, Oprah.com, memoar Burned Alive oleh Souad

Tuesday, March 6, 2007

Stressed Out!!!

Saya kembali stress hari ini!! Padahal saya sudah pasang status "wishing 4 a great day" di YM saya! Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Bukan, masalah dengan perempuan itu sudah tidak lagi saya pusingkan. Tapi komputer bapuk dan koneksinya yang lelet ini yang saya resahkan! Bagaimana saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya kalau hal ini terjadi hampir setiap hari sejak gempa yang menyerang Taiwan beberapa waktu lalu! *dan itu berarti sudah berbulan2!*

Eniwei, Tenyom, adik saya, kemarin dibelikan henpon baru sama Ibu. Huhuhu... saya juga maw... Dan henpon Tenyom yang sebelumnya, akhirnya turun gunung ke tangan Ibu. Lalu, Ibu saya yang gaptek itu semalam memaksa kami berdua, saya dan Tenyom, untuk mengajarinya menggunakan henpon itu hingga jam 11 malam!! Padahal kelopak mata kami berdua sudah tidak mampu menahan rasa kantuk yang menyerang. Tapi, yasuwla, namanya juga berbakti pada orangtua, toh? *itu termasuk berbakti gak yah?*

Ngomong2 Ibu yang baru pake henpon mulai hari ini, saya jadi ingat betapa gapteknya Ibu saya ini. Hehe, bukan bermaksud menjelek2an. Tapi entah kenapa, orangtua biasanya enggan mempelajari teknologi baru macam henpon *sebetulnya gak baru2 amat 'kan?* Bahkan komputer pun, Ibu enggan belajar mengoperasikannya. Alasannya, beliau sudah punya sekretaris yang bisa mengoperasikan komputer di rumah saat beliau membutuhkannya. Siapa sekretaris itu? Ya, siapa lagi kalau bukan saya dan Tenyom! Hehehe....

Begitu juga dengan henpon. Pernah beliau bercerita, ketika sedang berada di kantor sekolahnya, seorang teman menitipkan henponnya pada Ibu saya karena ia hendak pergi berurusan dengan toilet. Tak lama teman Ibu pergi, henponnya berbunyi. Ibu saya panik dan segera mencari orang untuk mengurusi henpon itu. Aduuuhh... Ibu... kalo henpon bunyi 'kan cuma ada dua alasan, ada telepon masuk atau ada sms masuk! Tapi itulah Ibu saya.

Ternyata, bukan hanya Ibu saya saja yang malas mempelajari teknologi. Beberapa orang temannya pun demikian. Mereka lebih memilih menyuruh atau membayar seseorang untuk mengerjakan beragam pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi. Dan rata2 mereka berusia tidak beda jauh dari Ibu saya.

Saya jadi heran, kenapa, sih, para orangtua itu sebegitu enggan dan malasnya mempelajari teknologi baru? Bagaimana kalau saat mereka sedang membutuhkan bantuan teknologi itu, namun tidak ada yang dapat menolong mereka karena masing2 memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan?

Oya, akhirnya saya diizinkan Gentong untuk membuat akun di situs Friendster sekali lagi. Bagi yang mau meng-add saya, silahkan add saya dengan menggunakan alamat email "kanahaya21@yahoo.com"! Mari kita perluas pertemanan kita di situs itu! Hehehe....

Wednesday, February 28, 2007

ET = Emosi Tinggi

Yupz! Saya sedang emosi tinggi! Perempuan satu itu membuat saya emosi tinggi dengan tatapan dan sikap arogannya yang membuat darah saya mendidih! Apakah saya salah jika saya datang kemari untuk bekerja sekaligus juga bersenang-senang setelah saya menyelesaikan seluruh pekerjaan saya hari itu? Apakah saya salah jika saya bergau juga dengan rekan lainnya yang ada di gedung ini? Saya rasa bersosialisasi bukanlah suatu kesalahan! Dan juga BUKAN sesuatu yang harus diSIRIKi!!!

Bukan hanya perempuan itu yang membuat saya setengah gila berada di ruangan ini. Tapi kacungnya juga! Saya tidak pernah melarang sesiapapun menggunakan komputer di meja ini untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan atau untuk sekedar mengecek email atau akun friendster! Tapi saya selalu mengingatkan untuk tidak mengganggu apapun yang sedang saya lakukan dengan komputer ini sebelum saya menyerahkan komputer ini pada sesiapapun itu!

Dan itulah yang terjadi. Sepulang makan siang, semua halaman internet yang sedang saya buka tertutup begitu saja! Padahal banyak halaman penting yang berkaitan dengan pekerjaan saya yang sedang saya buka. Dan memang sengaja saya tinggalkan terbuka, agar sepulangnya saya dari makan siang saya bisa langsung mengerjakan semua tugas yang berkaitan dengan halaman2 internet itu! Tapi si kacung itu menutup semua halaman internet! Akibatnya? Saya harus kembali mengulang segala pencarian lewat mbah Google dan eyang Yahoo sekali lagi yang berarti saya menghabiskan lebih banyak waktu dari yang saya rencanakan! Dan itu juga bisa berarti

PULANG MALAM LAGI?????

Sudah cukup!
Lelah rasanya!

Tidak banyak yang bisa saya kisahkan. Sebetulnya sempat terlintas beberapa ide. Namun pekerjaan yang bertumpuk dan emosi tinggi membuat saya setengah hati menuliskan ide2 tersebut. Besok lagi sajalah, jika emosi ini sudah mereda.

{Bersabarlah, sayang. Hanya dengan sabar, kau bisa menyudahi semua kerumitan ini!}

Tuesday, January 30, 2007

Ternyata Saya ...

masih laku!
ada yang mengedip!
tapi koq....
ah, saya gak suka!
ugh! *cemberut mode=on*

Thursday, January 25, 2007

Lumpur... Oh, Lumpur....

Just looking for some material for my articles, then found this news. Sebenernya, saya udah denger soal ini dari tadi malem di angkot. Kebetulan, sopir angkot yang saya naiki sedang mendengarkan siaran sebuah radio swasta di Jakarta yang sedang merelay siaran radio BBC Indonesia-London.
Drilling Caused Deadly 'Mud Volcano'
By Anthony Deutsch
Associated Press
posted: 24 January 2007
05:03 pm ET

JAKARTA, Indonesia (AP) — A mud volcano that inundated dozens of villages was probably triggered by commercial gas drilling, research published in a respected scientific journal shows, contradicting an Indonesian government minister who insists it was a natural disaster.

It is “very likely'' that the mud flow on the island of Java, which has spewed a million barrels of mud a day for eight months, is manmade, four researchers say in the February issue of the Geological Society of America's GSA Today.

Welfare Minister Aburizal Bakrie — whose family controls the PT Lapindo Brantas drilling company at the center of the scandal — has repeatedly claimed the geyser was sparked by a May 27 earthquake and that his company bears no financial liability.

Sombong benar! Terbukti 'kan kalau mereka memang ingin lari dari tanggung jawab?! Lalu bagaimana dengan nasib para korban lumpur panas itu? HAH?! Biarkan saja mereka mati dan terlunta, begitu?

Wahai saudaraku, korban lumpur panas di Porong, semoga Tuhan menguatkan hati kalian....

*the quote taken from: here