Showing posts with label sad story. Show all posts
Showing posts with label sad story. Show all posts

Wednesday, September 10, 2008

Balada Sahur Pagi Ini

Miris banget deh kalo inget sahur tadi pagi. sungguh sangat menyedihkan!

jadi ceritanya alarm jam sudah berbunyi sejak jam 2.45 pagi. tapi mata saya ngeyel dan mengakibatkan saya baru terbangun jam 3 pagi. ga kesiangan sebetulnya... tapi itu kalau semua berjalan lancar.

bangun tidur saya langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan sahur. setelah selesai, saya pun ngebangunin Kyai untuk sahur.

tapi gak disangka sangka, ternyata nasi yang sudah dimasak sejak sore kemarin *kyai biasa berbuka puasa dengan langsung makan nasi. no wonder anyway. just look at his stomach* dan di simpan di dalam magic com agar tetap hangat justru malah benyek dan berbau! o-em-ji!!

si kyai awalnya keukeuh mau makan itu nasi. tapi saya yang sudah sangat curiga dan yakin kalo nasinya basi spontan melarang dan turun ke dapur ibu untuk minta nasi pinjem panci serbaguna buat masak nasi.

kyai agak sedikit marah sama saya. mungkin karena dia juga bete mendapati nasi yang seharusnya kami makan malah basi.

setengah 4, nasi belum juga matang. padahal biasanya jam segitu kita *saya dan kyai* udah bersantai nonton acara sahur di teve sambil makan buah n minum (kopi)susu menunggu waktu imsak dan adzan subuh tiba.

jam 3.40 akhirnya nasi matang dan kami pun makan sahur.

sedih banget deh....


Tuesday, October 30, 2007

Marriage Problems

Hari Minggu (28/10/07) kemarin, saya bersama beberapa teman semasa SMA datang ke sebuh acara repsepsi pernikahan salah seorang teman kami yang akrab kami panggil Yayank. Dan lagi-lagi saya harus menghela nafas saat mendengar salah seorang teman memberanikan diri untuk melangkah ke tahapan hidup selanjutnya yaitu pernikahan.

Helaan nafas itu bukan karena saya sedang sangat ingin menikah. Tapi karena saya harus kembali mendengar Ibu bertanya kapan saya segera menikah. I'm still 23 but my mom's in hurry to get me married. Iya, saya sudah bertukar cincin dengan si Mr. Gentong. Tapi ternyata ada beberapa hal prinsipil yang muncul belakangan dan belum dapat terselesaikan hingga kini. That's why, I still haven't announce my wedding day here and my mom keep asking me when.

Sedih? Pastinya lah! Saya sedih melihat Ibu seperti orang yang merana karena anaknya belum juga menikah. Padahal saya masih 23 tahun! Insya Allah, masih panjang langkah saya dalam mengarungi hidup yang berliku ini. But what can I say? Karena hal yang prinsipil itu harus diselesaikan sebelum pernikahan itu terjadi dan bukan setelahnya.

Balik lagi ke pertemuan dengan beberapa teman yang pergi bersama hari Minggu kemarin. beberapa di antara kami sudah ada yang menikah. Bahkan ada yang baru lulus SMU sudah memutuskan menikah. Dan kini ia menyesali keputusannya karena ternyata suaminya kurang bertanggung jawab.

Berkali-kali saya diingatkannya untuk berpikir ulang perihal keputusan menikah. Alasannya, ia tak mau saya mengalami apa yang ia rasakan karena memiliki seorang suami yang tidak bertanggung jawab. Bukan berarti Gentong adalah orang yang tidak bertanggung jawab. Sepengetahuan saya selama menjalani hubungan ini, ia adalah seseorang yang cukup bertanggung jawab. Hanya saja masalah prinsipil itu membuat kami belakangan ini terus menerus kebingungan mencari jalan penyelesaiannya. Ok, enuf for talking about my relationship!

Menikah memang bukan masalah sepele. Meski prosesinya hanya memakan waktu paling lama 30 menit, tetapi mengambil keputusan untuk menikah bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan. Banyak hal yang harus direncanakan terlebih dahulu. Agar kelak setelah pernikahan itu terjadi, tidak ada permasalah yang serius yang bisa berujung pada sebuah perceraian.

Tentu tidak ada seorangpun yang ingin bercerai *ummb, kayaknya gitu ya...* Tapi godaan perceraian itu akan selalu menghantui setiap pasangan suami istri dikala mereka dirundung masalah. Saya sih tentu berharap pernikahan saya kelak tidak akan berujung pada perceraian. Karena itulah saya kembali berpikir tentang keputusan besar itu.

Well, enuf said! Kalau diteruskan, bisa-bisa postingan ini membongkar aib saya! Haqhaqhaq...

Eniweyz, Congratz for my dear Yayank... semoga lo bahagia dengan si "Aa" ini. Please pray for my wedding as soon as possible! Heuheuheu....

Friday, September 7, 2007

Bye, Om....

From: +62216861xxxx
Na, om bebek meninggal dah tau?

From: +6285612xxxxx
Ini siapa? kata siapa om bebek meninggal? jangan suka nggosipin orang deh!

From: +62216861xxxx
Ni menik. lo cek aja blognya kalo ga percaya. dia meninggal tgl 2 kemaren...



Kaget? Pastinya! Saya dan Meniek sama-sama kaget mendengar berita duka itu. Bagaimana tidak, om bebek adalah seseorang yang sering kami tumpahi keluh kesah saat lewat media chatting sedang bad mood. Om bebek juga seseorang tempat kami berbagi informasi tentang animasi Jepang yang menarik untuk kami tonton.

Siang ini, saya mengecek kebenaran beritanya. Dan saya mendapati tulisan berikut di blog barunya,

Hi. Aku Meda. Kurang lebih sebulan yang lalu. Bebek dateng ke aku buat pesen design blog ini. Jadi karna itu, kebetulan aku tau username dan password ke admin blog ini ….

Pada tanggal 2 September 2007, jam 16.00, temen kita Bebek (Susiawan Wijaya), telah meninggal dunia akibat kecelakaan kapal di Aceh. Almarhum dikebumikan di Jember Jawa Timur pada hari Selasa tanggal 4 September 2007. Konfirmasi selengkapnya, blum saya dapatkan dari pihak keluarga almarhum. Kabar ini baru saya dapatkan dari Ria dan Mas Zam.

Semoga arwah almarhum diterima disisiNya … Amin.

Innalillahi wa inna illaihi raji'un....

Sejak menerima berita duka lewat sms dari Meniek, semalaman saya tidak bisa tidur memikirkan kebenaran beritanya. Dan setelah membacanya sendiri, saya pun menitikkan airmata. teringat saat saat pertemuan untuk pertama dan terakhir kalinya saat kami, saya, Meniek, Om Bebek, dan Mba Omith, setuju untuk bertemu dan kopi darat di sebuah kafe di bilangan Tebet. Tepat sehari sebelum keberangkatannya untuk bekerja di Aceh.

Setelah kopdar itu, saya sempat beberapa kali ngobrol via media chatting. Dan Om bebek berjanji untuk mentraktir kami setelah kepulangannya ke Jakarta selepas Lebaran nanti.

Sayangnya, janji itu harus hanyut bersama ombak di laut Aceh yang menenggelamkan om Bebek.

Selamat jalan, Om... Semoga seluruh amal perbuatanmu diterima dan arwahmu berbahagia di sisiNya. Amien.

P.S. Iko, tabah, ya, say... he's such a great man, we know. and that's why God take him back to his hand. let us just let him go with smile to make him smile too....

Thursday, June 14, 2007

Sedang sangat penat.

Rencana masa depan yang tadinya akan ditentukan di hari Minggu ini batal. Ditunda. Hingga akhir bulan.

Belum lagi masih harus bersiap. Memberangkas semua barang2 tidak berguna yang saya jejalkan ke dalam laci meja saya. Karena dalam hitungan kurang dari dua bulan, toh saya tetap harus dan memang berniat meninggalkan kantor ini. Meski belum mendapat cadangan pekerjaan baru. *ada yang punya lowongan kerja buat saya?*

Poko'nya sedang penat. Dan tidak tau harus menulis apa. Maaf, membuang buang waktu kamu yang berharga hanya untuk membaca postingan yang bisa menularkan kepenatan ini. Sekali lagi, maaf.

Tuesday, June 5, 2007

Seserahan

+ : Puyeng gue!
- : Kenapa?
+ : Taun ini gue sama pacar gue punya rencana buat nikah.
- : Oya? Bagus, dunkz! Lo pacaran udah lama 'kan?
+ : Iya, sih.
- : Nah, terus apa masalahnya?
+ : Masalahnya adalah, Adek gue sama pacarnya juga punya rencana buat nikah taun ini.
- : What?? Eh, Bo! Katanya pamali loh kalo satu keluarga nikahin dua orang anaknya di taun yang sama.
+ : Yeah, I know that. Itu juga bikin gue tambah puyeng. Tapi untungnya pacar gue mau ngerti. Dia cuma minta dilamar aja dulu sebagai penanda. Nikah bisa diatur taun depan.
- : Lah! Kan elu kakaknya! Ko jadi adek lu yang duluan siy?
+ : Well, dia pacarannya udah lama juga. Jauh lebih lama daripada gue dan pacar gue.
- : But it doesn't make you loose your right to get married before him.
+ : Ah, udahlah. Yang itu gw taro di belakang dulu.
- : So, the problem that makes you depressed right now is?
+ : Orang tua pacarnya adek gue minta duit seserahannya gak pake mikir!
- : Means?
+ : They ask for a sum of Rp. .... *angka di atas 100juta*
- : Udah termasuk Mas Kawin?
+ : Nope. Its only for the wedding party costs. The dowry is another case.
- : WTF???
---------------------------------------------------
Sepenggal percakapan di atas nyata terjadi. Seorang teman saya tengah depresi karena masalah tersebut. Entah apa solusinya nanti. Yang jelas, 100juta bukanlah uang yang sedikit. Dan jika digunakan sebagai biaya pengembangan keahlian bagi kaum papa, mungkin bisa mengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia.

P.S.
for you there... yes, you! be patient. Allah will lead you to his way. Amien.

Wednesday, May 9, 2007

Yes, Again

Saya ganti lagi skin blog ini. Sebenernya sih malas dan inginnya nanti2 saja lagi. Dan saya pun sebetulnya belum bosan dengan skin yang lalu. Tapi apa daya. Saat blogwalking kemarin, saya menemukan salah satu teman saya menggunakan skin yang sama....

Yah, gitu, deh, kalo skin colongan alias bukan original buatan sendiri.

Pengen, sih, bisa bikin skin pribadi. Tapi saya masih belum ngerti kode kode CSS, HTML, JavaScript, apalagi CMS yang katanya lagi tren!

Yah, jadi saya ganti, deh. Dengan skin colongan (lagi) dari Gecko and Fly. Tapi aga binun ney! Kenapa sotbok sayah jadi turun ke bawah begitu yah?

*ayo, di-scroll ke bawah*






*terusss*






*terusss*




*masih terus*




*terus aja mpe ketemu!*



*kalo udah ketemu, balik lagi untuk baca terusan postingan ini yah!*

Ada yang punya ide apa yang harus saya lakukan? *pliz, jangan option ganti skin, saya lagi ribed soalnya*
Saya gak lupa nutup tag loh! Semua sudah pake < / div >

Anehnya, saat saya lihat dengan menggunakan browser Internet Explorer, semuanya normal! Gak ada yang merosot! Tapi begitu saya lihat dengan menggunakan Firefox dan Nestcape, huhuhu... sotbok saya merosot!!! *saya blom ngetes pake Opera, karna saya ga install di kompie sini*

So, ada yang punya ide? Mohon beritahu saya!
Terima Kasih!

Friday, May 4, 2007

Maaf!

saya sedang lelah!
lelah fisik
dan lelah hati

jadi maaf
runtutan kisahnya ditunda nanti saja
saat saya sudah lebih segar

semoga weekend bisa membuat saya segar


*have a nice weekend

Sunday, April 29, 2007

Ordinary People

[...] I know i misbehaved
And you made your mistakes
And we both still got room left to grow
And though love sometimes hurtsI still put you first
And we'll make this thing work
But I think we should take it slow

We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary peopleMaybe we should take it slow
This time we'll take it slow
This time we'll take it slow

This ain't a movie no
No fairy tale conclusion ya'll
It gets more confusing everyday
Sometimes it's heaven sent
Then we head back to hell again
We kiss then we make up on the way

I hang up you call
We rise and we fall
And we feel like just walking away
As our love advances
We take second chances
Though it's not a fantasy
I Still want you to stay

We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow
This time we'll take it slow
This time we'll take it slow [...]

(Ordinary People - John Legend)
-----------------------------------
I'm sorry for being untrusted.

Monday, April 2, 2007

Sayang Nenek

+ Ummi, minta uang Gopek!
- Buat apaan? Tadi 'kan udah beli es kenong!
+ Ih, itu... Teh Ena minta
- Buat apaan teh Ena?
+ Engga tau. Minta uang Gopek, Ummiiii....

Itu adalah percakapan seorang cucu yang meminta uang kepada neneknya. Sang nenek adalah pemilik warung tempat saya membeli rujak uleg kemarin (1/4) siang untuk menjamu beberapa orang teman yang berkumpul di rumah saya.

- Padahal ibunya ada. Tapi tetep ajah minta uang sama neneknya.
+ Soalnya kalo minta sama neneknya pasti dikasih.
+ Kalo minta ke Ibunya, udah dimarahin belom tentu dikasih juga.
- Hehehe... iya, sih.
- Makanya, kalo udah gede-nya nanti engga sayang sama neneknya keterlaluan!
- Dari kecil diurusin, dibiayain sama neneknya. Kalo udah gede-nya engga sayang sama neneknya, keterlaluan banget!
+ Iya, betul.
- Kalo dari kecil neneknya ga peduli sama cucunya, ya, otomatis pas cucunya udah gede, dia ga bakal inget sama neneknya. Jangankan ngurusin, ngasih duit buat biaya hidup aja belom tentu.
- Makanya Ibu, sih, kalo sama cucu apa juga disediain. Yah, kali ajah ntar kalo dia dah gede, dah kerja, dah mapan, bisa ikut ngurusin Ibu yang udah tua ini.
+ Amien ....

Yang ini adalah percakapan saya dengan ibu pemilik warung itu.
Saya jadi meradang dengan percakapan itu. Teringat pada almarhumah nenek saya. Seandainya beliau masih hidup, mungkin saya bisa membalas kasih sayang yang beliau berikan buat saya sejak saya kecil hingga beliau menutup mata.

I miss you, Grandma ....