Showing posts with label greetings. Show all posts
Showing posts with label greetings. Show all posts

Tuesday, March 18, 2008

Officially Mr. & Mrs. Gentong

it's been a long time not to post anything here. terakhir malah gagal waktu mau mengumumkan kabar pernikahan gara gara saya lupa meng-convert gambar! huahahaha....
eniwei... apa kabar guys? life's colorful or just black and white? hehe....

kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya, maka saya akan menjawab "life's colorfull now"
kenapa? karena saya sedang mulai mengisi dan berusaha mewarnai lembaran hidup yang baru bersama Mr. Gentong dengan warna warni yang cerah ceria! hehehe...
I'm officially Mrs. Gentong, now! xP


Tapi saya di protes, nih! katanya jangan memanggil sang suami dengan nama Gentong lagi. jadi mulai sekarang, nick-nya Gentong di blog ini saya ganti dengan sebutan "Kyai". dalam bahasa lampung *whichiz tempat asal muasalnya si Gentong a.k.a Kyai ini muncul* kata "Kyai" digunakan sebagai panggilan untuk kakak tertua. since we are a newlywed and we still haven't got any baby (s) from the marriage, *yaiyalah! secara baru seminggu!!* saya masih boleh memanggilnya Kyai.

cerita pernikahan? persiapan cukup bikin repot dan pusing tujuh
keliling! tapi alamdulillah gak sampe membuat tidur saya terganggu. saya toh tetap bisa tidur dengan lelap dan nyaman *emang dasar aja si kana kalo tidur kaya kebo ato orang mati! ga berasa apa apa!*
dimulai dari tanggal 10 Februari 2008, Kyai dan keluarganya datang ke rumah saya untuk melamar saya. dan ditentukanlah tanggal pernikahan Kyai dan Kana yaitu tanggal 10 Maret 2008. disebutkan juga, Kana meminta mas kawin berupa uang sebesar
Rp. 100.308,- dan perhiasan emas seberat 6 gram saja. kenapa begitu? angka angka tersebut punya arti yang sangat besar buat Kyai dan Kana. jumlah uang menyimbolkan tanggal pernikahan kami yaitu tanggal 10 bulan 03 tahun (20)08. tadinya sih mau 10032008, tapi setelah dihitung kok ya jadi mahal! daripada dipake mas kawin, mending ditabung buat beli rumah! huehehehe... berat perhiasan emas yang cuma 6 gram juga jadi simbol. yaitu lama kebersamaan Kyai dan Kana dimulai dari perkenalan tak sengaja *halah!* sampai berpacaran sekian lama hingga akhirnya berlabuh di pelaminan. lamanya yaitu, 6 tahun!

setelah tanggal dan mas kawin disetujui, maka dimulailah persiapan acara pernikahan. mulai dari pesan dan cetak undangan, membuat daftar nama undangan, cari cari souvenir pernikahan, foto pra wed *yang terpaksa dilakukan dengan sangat sederhana berhubung waktunya sangat sempit! cuma sebulan bo!!!*, belanja bahan masakan untuk prasmanan *masak sendiri lebih puas dan hemat! xP*, bolak balik fitting baju pengantin, hingga tektek bengek ritilan kecil tap penting untuk persiapan pernikahan. dan catet yah, sejak tanggal 10 februari itu, saya dipingit!! tidak bisa jalan jalan dengan bebas! bahkan untuk sekedar pergi ke warnet mengupdate blog. that's why, blog ini amat sangat terbengkalai....

capek? banget! tapi lumayan puas karena meski tidak semua
undangan hadir, toh acara resepsi tetap raai sampai membuat saya harus melakukan gerakan uduk-berdiri setiap 5 menit sekali sampai kesulitan mencuri curi waktu untuk berganti pakaian pengantin!

yah, memang masih ada aja kurangnya. saya bete berat sama si naib yang menikahkan saya dan Kyai. itu orang bener bener amat sangat tidak sopan dan me
ngecewakan bahkan menurut saya mempermalukan naib naib yang lain! sudah datang terlambat *di undangan tertulis akad jam 8 pagi naib baru dateng jam 8.45!*, pinjem pecinya si uwak *doi dateng tanpa peci men! mo ngawinin kambing apa yak?*, gak prepare *buku nikah gak dibawa, menuntun sighat taklik seara lisan tanpa menyodoran kertas untuk dibaca sama kyai*, tu orang juga melototin ibu saya yang notabene ibu hajat disitu dan usia jauh lebih tua daripada tu naib! njengkelin banget sumpah tu orang! heran deh! ko KUA Bogor Selatan mau aja sih mempekerjakan naib yang gak sopan kayak gitu??? padahal kyai kan bayar mahal buat ngedatengin tu naib! bete!!!
pak naib siyalan

yang lucu, anak murid saya dari SD dan MI banyak yang ikut datang menghadiri resepsi. tanpa ortu alias dateng sendiri atau beramai ramai dengan teman sekolahnya! saya juga dibuat terharu sekaligus tertawa terpingkal pingkal oleh mereka. kenapa? karena mereka memberikan kado pernikahan dan angpaw yang isinya sungguh tak terduga! mungkin saking mereka ingin memberikan sesuatu kepada ibu gurunya di hari pernikahan sang guru, maka mereka nekat memberikan uang dan hadiah hadiah tersebut. tapi, saya gak bisa menyebutkan jumlah uang angpaw dan rupa benda yang mereka berikan. rasanya kurang etis yah... xP

all in all, saya sedang sangat berbahagia dengan pernikahan ini. meski perjalanan ini masih sangat panjang dan perjuangan kami masih sangat berat, atas nama kami berdua, Kyai dan Kana, saya memohon doa restunya semoga pernikhan ini menjadi ibadah yang bermanfaat bagi kami berdua khususnya, serta bisa menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah dan selalu berada dalam lindungan Allah swt. Amien....

p.s. yang mau lihat foto pernikahan bisa lihat di friendster atau flickr saya... x)

Tuesday, October 30, 2007

Marriage Problems

Hari Minggu (28/10/07) kemarin, saya bersama beberapa teman semasa SMA datang ke sebuh acara repsepsi pernikahan salah seorang teman kami yang akrab kami panggil Yayank. Dan lagi-lagi saya harus menghela nafas saat mendengar salah seorang teman memberanikan diri untuk melangkah ke tahapan hidup selanjutnya yaitu pernikahan.

Helaan nafas itu bukan karena saya sedang sangat ingin menikah. Tapi karena saya harus kembali mendengar Ibu bertanya kapan saya segera menikah. I'm still 23 but my mom's in hurry to get me married. Iya, saya sudah bertukar cincin dengan si Mr. Gentong. Tapi ternyata ada beberapa hal prinsipil yang muncul belakangan dan belum dapat terselesaikan hingga kini. That's why, I still haven't announce my wedding day here and my mom keep asking me when.

Sedih? Pastinya lah! Saya sedih melihat Ibu seperti orang yang merana karena anaknya belum juga menikah. Padahal saya masih 23 tahun! Insya Allah, masih panjang langkah saya dalam mengarungi hidup yang berliku ini. But what can I say? Karena hal yang prinsipil itu harus diselesaikan sebelum pernikahan itu terjadi dan bukan setelahnya.

Balik lagi ke pertemuan dengan beberapa teman yang pergi bersama hari Minggu kemarin. beberapa di antara kami sudah ada yang menikah. Bahkan ada yang baru lulus SMU sudah memutuskan menikah. Dan kini ia menyesali keputusannya karena ternyata suaminya kurang bertanggung jawab.

Berkali-kali saya diingatkannya untuk berpikir ulang perihal keputusan menikah. Alasannya, ia tak mau saya mengalami apa yang ia rasakan karena memiliki seorang suami yang tidak bertanggung jawab. Bukan berarti Gentong adalah orang yang tidak bertanggung jawab. Sepengetahuan saya selama menjalani hubungan ini, ia adalah seseorang yang cukup bertanggung jawab. Hanya saja masalah prinsipil itu membuat kami belakangan ini terus menerus kebingungan mencari jalan penyelesaiannya. Ok, enuf for talking about my relationship!

Menikah memang bukan masalah sepele. Meski prosesinya hanya memakan waktu paling lama 30 menit, tetapi mengambil keputusan untuk menikah bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan. Banyak hal yang harus direncanakan terlebih dahulu. Agar kelak setelah pernikahan itu terjadi, tidak ada permasalah yang serius yang bisa berujung pada sebuah perceraian.

Tentu tidak ada seorangpun yang ingin bercerai *ummb, kayaknya gitu ya...* Tapi godaan perceraian itu akan selalu menghantui setiap pasangan suami istri dikala mereka dirundung masalah. Saya sih tentu berharap pernikahan saya kelak tidak akan berujung pada perceraian. Karena itulah saya kembali berpikir tentang keputusan besar itu.

Well, enuf said! Kalau diteruskan, bisa-bisa postingan ini membongkar aib saya! Haqhaqhaq...

Eniweyz, Congratz for my dear Yayank... semoga lo bahagia dengan si "Aa" ini. Please pray for my wedding as soon as possible! Heuheuheu....

Monday, October 8, 2007

Jobless n Happy Lebaran!!

Huwaaaahh.. kalo lihat tanggal terakhir postingan saya rasanya sudah lama sekali saya mengacuhkan blog ini. Sebetulnya sempat beberapa kali terbersit keinginan dan pelaksanaan untuk meng-update blog ini. Tapi hanya sampai membuat draft saja. Belum sampai tahap mempublikasikan postingan baru. Mudah-mudahan kali ini bisa dipublish... heuheuheu....

Pertama-tama saya akan mengumumkan bahwa saya sekarang ini sedang officially jobless a.k.a pengangguran. Hari kamis minggu lalu saya resmi tidak bekerja lagi di kantor yang ada di Kebayoran Lama itu. Many reasons, but I guess I can't tell you what's the reasons.. xP

Tapi yah, namanya juga si Kana. Biar pengangguran juga tetep ajah acaranya seabreugh!! Pengacara nih judulnya! Heuheuheu... Mulai dari jadwal bukbar sama temen-temen lama, bukbar sama keluarga besar yang tiap weekend pasti genti rumah tempat bukbarnya, sampe jadwal shopping perlengkapan buat lebaran. Sayangnya, karena lagi jobless, saya harus mengurangi segala macam pengeluaran supaya bisa tetap bertahan sampai saya dapet gaji pertama di tempat baru (lagi).

Banyak orang menyayangkan keputusan saya berhenti. Tapi apa boleh dikata, saya sudah benar2 gak betah dan gak sanggup bertahan di sana. Sistem, suasana, dan lingkungan kerja yang tidak cocok dengan saya membuat saya harus mengambil keputusan berat itu. Tapi sudahlah, tidak perlu diperpanjang toh?

Bicara puasa, sebentar lagi kita (ummat muslim) akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri a.k.a Lebaran. Untuk itu, saya ingin mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1418 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Maaf jika selama ini saya telah menyinggung sesiapapun yang mampir ke blog ini dan membaca postingan saya yang nylekit. Maaf juga kalau saya tidak meninggalkan jejak saat berkunjung balik ke blog anda. Bukan bermaksud menghina atau menyatakan tidak suka secara terang-terangan. Tetapi terkadang saya terhimpit batasan waktu, sehingga saya tidak sempat meninggalkan jejak apapun di blog anda.

Ummb, apalagi yah? Pengen ngomongin sesuatu. Tapi nanti lagi deh saya sambung. *Again, my mum had just called me to get back home in a hurry since we have to prepare the food and stuffs for the fasting break together this afternoon with my mum's big family at our little sweet home* So, tata for now!


Friday, April 13, 2007

Mr. X

Saya ketemu si Mr. X lagi!

Sudah dua hari ini saya ketemu lagi sama si Mr. X *buat yang ga tau siapa Mr.X, dy adalah seseorang dari masa lalu saya yang sempat setia menemani hari2 indah saya saat lulus2an SMA* Pastinya, ketemu di kereta ekonomi Jabotabek tercinta! Padahal saya sempat tidak bertemu sama sekali selama err... dua bulan mungkin yah! Saya pikir dy sudah berhenti dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menyelesaikan kuliahnya yang sempat cuti sesuai rencananya. Ternyata dy sekarang jadi freelancer di kantor lamanya itu.

Hehehe... apakah memang selalu begitu atau kebetulan saja, ya? He looks handsomer than the last time I met him. Fresher, since he cut his hair neat. Or perhaps becoz he wore casual shirt and jeans? Soalnya selama ini saya sering ketemu dy kan pakaiannya khas orang kantoran yang kemeja dan celana panjang bahan katunnya licin bin rapi jali. Haha... I dont know!

Anyway, yang bikin saya tergelitik untuk memosting tentang pertemuan itu adalah, karena setiap kali kita mo pisah *dy turun dari kereta lebih dulu dari pada saya, stasiun tujuan kita beda dua stasiun, dy Kalibata saya Tebet* selalu lagu yang terdengar dari MP3 player yang sedang saya dengarkan adalah lagu yang juga sedang kalian dengarkan saat ini lewat blog saya.

Yupz, lagunya Gemala yang berjudul Beda.
oh biar cintaku, ku dengan jalanku
lihat ceria sisi dunia yang terbentang untuk kita
anggap sajalah aku persinggahan untukmu
temani hari-hari yang kini tlah menyemu

Bingung dengan liriknya?

Filosofinya adalah, saya merasa lagu itu mewakili kondisi saya dan dy ketika itu *ketika di kereta itu maksutnyah, maksa banget yah? =P* Tepatnya pada lirik "Oh biar cintaku, ku dengan jalanku" Yah, biarkan saya dengan jalan saya yang akan turun di stasiun Tebet menuju tempat saya bekerja dan ngeblog dan saya akan membiarkan dy dengan jalannya yang mengharuskan dy turun di stasiun Kalibata untuk pergi ke tempatnya bekerja sebagai freelancer.

Lalu lirik "Anggap sajalah aku persinggahan untukmu" juga cukup mewakili. Karena pertemuan yang *mungkin* jadi ajang nostalgila itu bisa jadi hanyalah sebuah persinggahan bagi kami berdua. Saya singgah untuk bersapa dengannya agar bisa menebus apa yang telah saya lakukan dulu terhadapnya *kesannya jahat banget saya ini, padahal kan saya ini orangnya baik banget* Dan dy singgah untuk bersapa dengan saya agar bisa melihat bahwa apa yang saya lakukan dulu adalah hal yang tepat *semoga* Oke, oke.... penjabaran ini terlalu memaksa! Yes, I know that!

Satu lagi penjabaran ngawur saya untuk mengepaskan lagu ini dengan pertemuan itu ada pada lirik "Tuk temani hari hari yang kini tlah menyemu" Err... apa yang mau saya jabarkan ya? Secara hubungan saya dengan Gentong juga tidak sedang semu *kalau mau dikaitkan dengan itu* Lalu lintas kehidupan saya dengan lingkungan sekitar di tempat kerja atau di rumah pun tidak sedang semu. Haqhaqhaq... jadi saya gak punya penjabaran untuk lirik yang ini deh! ^^v

Ah, sudahlah... kao diperpanjang maka makin panjang saja racauan saya dan paksaan saya tentang lagu ini. Tapi lagunya asik kan? Mendayu... Bolehlah buat weekend-an! Qiqiqiq....

Yaweslah, happy weekend, fellas!
Cheers ~

PS. yang mau lagu ini bisa di donlot di sini.
PS (lagi). English version dari post ini ada di sini.

Thursday, April 5, 2007

Panic at the ... Office?

Saya sedang panik, sedih, marah, sekaligus jengkel pada diri saya sendiri!
Entah kenapa, saya kembali bertingkah seperti keledai!
Bahkan seekor keledai pun lebih pintar dari saya
karena ia tidak pernah jatuh di lubang sama!
Sedangkan saya?
Kejadian kali ini membuktikan kalau saya memang lebih bodoh dari keledai!

Untuk kesekian kalinya, saya lupa membawa uang. Padahal hari ini saya pergi bekerja seperti biasa. Bahkan, saya berniat membeli sebuah hadiah untuk salah seorang sahabat saya yang hari ini melepas masa lajangnya! Tapi kebodohan saya untuk tidak memasukkan dompet berisi uang yang saya butuhkan hari ini ke dalam tas membuat semua yang sudah saya rencanakan menjadi kacau! Berantakan!

Jangankan untuk membeli sebuah kado pernikahan, untuk membeli makanan guna mengisi perut saya disaat makan siang pun, sisa uang yang kebetulan nyempil di kantung celana yang saya kenakan hari ini tidak cukup. Sisa uang itu hanya cukup untuk ongkos pulang ke rumah dengan menyisakan dua atau tiga lembar uang seribuan! Saya terpaksa menahan lapar hari ini.

Tapi Tuhan masih menyayangi saya rupanya.
Saat saya menceritakan hal ini kepada salah seorang teman di kantor, dengan baik hati ia membelikan saya sedikit kue untuk pengganjal perut yang tengah kelaparan karena belum makan siang.
Terima kasih, teman!
Lalu bos kecil datang dari undangan launching sebuah acara anak2 sambil menenteng dua boks kecil yang masing2 berisi sebuah kue cokelat.
Terima kasih, Mas... tau ajah anak buahnya yang manis ini lagi kelaperan! =P

Lalu, bagaimana dengan acara resepsi pernikahan sahabat saya? Apakah saya harus membatalkannya? Jika melihat kondisi yang seperti ini mungkin sebaiknya begitu. Tapi mengingat bahwa:
Ia adalah sahabat saya sejak SD | Ibunya berkawan erat dengan Ibu saya | Kue pengantin untuk acara resepsi itu dibuat oleh Ibu saya *ga penting yah? =P* | Kue suguhan untuk resepsi pun dibuat oleh Ibu saya *sama ga pentingnya* | Pepes ikan mas untuk suguhan resepsi pun kembali masih dibuat oleh Ibu saya *lebih ga penting lagi*

Hufffhh... what should I do?
Should I lend some bucks from one of my friend here at this office just to be able to bought some present for her?
Or should I cancelled my arrival there?
Tapi kalo nanti dia ternyata jadi pergi hanimun-haminun???
.....

**********STRESSED OUT**********

p.s
Happy Long Weekend, anyway! cheers! *sempet2nya bilang cheers!*

Friday, March 30, 2007

Skin, Books, Shoes

Ya..ya.. Mungkin saya memang orangnya plin-plan. Jadi saya ganti lagi skin blog ini. Bukan karena bosan sama yang kemarin. Tapi rasanya ga nyaman. Terutama buat yang lain... *banyak yang komplen ga ngerti dan bermasalah dengan ukuran font yang kuecil tuenan =P* jadi saya ganti ke skin yang ini. Hopefully, ini bisa lebih nyaman. Buat saya dan buat yang lainnya juga.

Akhirnya Traveler's Tale-nya Kang Adit, Teh Ninit, n dua orang temannya saya dapatkan!! Tinggal Chocoluv yang belum sempat saya beli *duit saya keburu cekak!*

Eniwei, rasanya kegilaan saya pada buku, novel, dan komik semakin menjadi. Bulan ini sebagian besar salary habis dipake buat beli ketiga benda itu. Entah berapa novel dan komik yang saya beli pada kunjungan saya yang terakhir ke toko buku dua hari yang lalu. Awalnya cuma niat mau beli Traveler's Tale sama komik series Throbbing Midnight (3) dan Choco Beast (3) yang emang udah saya tungguin sejak sebulan lalu, kok pas nyampe kasir jumlahnya jauuuuuhhh lebih banyak dari tiga buku??? o_O

Diomelin Gentong lagi deh! T_T

Kemarin baru abis beli sepatu baru juga. Ini pun ga niat mau beli. Pas nganter temen cari sepatu, trus nemu sepatu yang berkilauan memohon untuk dibeli oleh saya yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sepatu itu. Pas saya lagi pake sepatu yang udah bocel2 bagian depannya gara2 sering saya ketuk2an ke ujung meja di kantor. Yawes, keluarlah uang sejumlah Rp. ($%)) untuk membeli sepatu itu.

Dan uang tabungan saya untuk menyambung hidup pun semakin menipis!! T_T

Thankfully, Ibu gak marah. =)

Buat Ibu Meniek... hehe... makasih atas traktirannya, ya, buk!! Wish u a very happy birthday!! *maap kadonya menyusul =P*

Happy Holiday!! =) *alhamdulillah, liputan batal! saya mo bebenah kamar!*

Wednesday, March 21, 2007

Holiday Report *while sneezing badly*

Hatsiiyyy!!! Srooootttt..... <maaf, saya sudah 3 hari ini kena serangan pilek jadi kalo denger suara bersin ato menyedot ingus, maaf yaaaa :D>

Makasih.. makasih.. sebelumnya buat yang sudah menyempatkan diri menengok blog ini meski belum ada updetan *bahkan updet terbaru isinya ga penting, cuma pamit mo libur :p* Yah, sudah beberapa hari ini saya kena pilek. Ga tau, deh, ketularan di mana. Yang jelas, saat ini hidung saya yang ukurannya cukup besar ini sulit digunakan untuk bernafas dikarenakan lendir2 ingus yang menyumbat lubang hidung yang juga besar. Sorry if sounds nasty.. :p

Kalo ada yang mau tau apa yang saya kerjakan saat liburan, jawabannya beberes kamar dan main sama sepupu2 cilik saya yang nggemesin sekaligus nyebelin karena yang satu doyan ngerengek, yang satu lagi doyan ngompol *secara baru 6 bulan* Sempet jalan2 juga, sih. Karena seorang teman ngabarin kalo di Gramedia lagi ada sale buku n komik langsung aja melesat ke sana. Lumayan, 1 komik harganya cuman Rp. 2.500,- *tapi komik lama yang sebagian besar sudah lengkap saya koleksi T_T* jadi saya batal hunting komik dan beralih ke hunting buku & novel. Lumayan juga, dari yang tadinya harga minimal 25ribuan di sale jadi 5-10ribuan! Hemat gila!!! Sampe habis deh duit jajan bulan ini T_T but its okay, demi menjaga dan memenuhi nafsu baca saya yang sudah mulai terkontaminasi bacaan anak2 gara2 keseringan ngereview novel ato cerita anak :p

Jadi sepanjang liburan 3 hari, ga cuma beberes kamar dan main sama sepupu cilik, tapi juga baca buku & novel sale dari Gramedia!! :D *feels like in heaven*

Di antara sekian banyak buku yang saya beli, ada bukunya NoRiYu a.k.a Nova Riyanti Yusuf. Judulnya "Libido Junkie: a memoir for the radicals". Isinya kumpulan essaynya yang pernah dimuat di majalah Djakarta! & Gatra. *btw, believe it or not, sampe detik ini saya blom pernah baca majalah Djakarta!*

Dan di antara sekian banyak essay di dalamnya, saya paling tertarik sama yang judulnya "Tahun Baru: Yakin Bisa Positive-Thinking?" She's mostly give a line to the habit of reading for Indonesian people on this essay. Dan saya setuju dengan apa yang dikemukakannya. Saat ada sebagian orang yang benar2 peduli pada minat dan kebiasaan membaca yang sebaiknya diterapkan sejak masih usia kanak-kanak, mereka (baca: orang2 pemeritahan teratas) justru memandangnya sebagai hal yang tidak penting. Tidak percaya?

NoRiYu mencontohkan sebuah seminar yang nara sumbernya salah satunya adalah NoRiYu. Tema seminar yang diadakan di Denpasar itu adalah "Gerakan Sosialisasi Minat Baca" Dan direncanakan, Gubernur Bali pada saat itu akan hadir untuk ikut serta dalam seminar tersebut *entah, ya, sebagai peserta ato nara sumber ato sekedar pajangan* Sayangnya, ia BATAL hadir. See, kalo dia (baca: gubernur itu) meluangkan waktu untuk hadir meski hanya sekedar setor muka, itu akan sangat menunjukkan keseriusannya dalam mendukung Gerakan Sosialisasi Minat Baca tersebut 'kan? But he's not there. Oke lah, mungkin dy sedang ada urusan yang LEBIH penting! *pret-dut-cuih!*

Saya juga pernah mengalami hal yang sama dengan NoRiYu. Saya pernah diundang meliput konpers sebuah acara lomba penulisan err... pokonya intinya, tulisannya adalah tentang bagaimana seorang guru menerapkan kurikulum pembelajaran Sains di sekolah. Direncanakan menteri pendidikan saat itu akan hadir untuk ikut berbicara dalam konpers sehubungan beliau adalah salah satu juri lomba tersebut. But he didn't come and sent one of his staff to represent him on that conpers. Padahal menurut saya, acara ini cukup penting. As we know, banyak siswa *termasuk saya, dulu* menganggap bahwa belajar Sains itu membosankan. Nah, lomba ini 'kan bisa jadi salah satu cara bagi pemerintah untuk mensosialisasikan bahwa belajar Sains itu TIDAK akan membosankan jika kita belajar dan guru mengajar Sains dengan teknik dan metode yang benar dan cocok. Sehingga kelak, anak Indonesia tidak lagi bodoh dalam hal Sains. Sayangnya, "urusan" lain menjadi jauh lebih penting ketimbang hal ini.

Padahal, seandainya saja para pejabat itu mau meluangkan sedikit saja dari sekian banyak waktunya yang sangat berharga itu untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa ia peduli pada program yang dicanangkan oleh departemennya atau pemerintahannya, tentu masyarakat tidak akan kehilangan kepercayan pada pemerintah seperti yang terjadi saat ini. Karena apa yang dilihat masyarakat adalah, para pemimpin melupakan masyarakat meski masyarakat yang memilihnya menjadi seorang pemimpin sedang kesusahan karena berbagai bencana yang datang silih berganti menimpa bangsa ini.

Jadi ingat postingan Jeng tomboy yang satu ini. Yang penasaran, silahkan baca sendiri di blognya. Sudah saya kasih link tuh :p *saya malas mengetik ulang :p*

p.s. isi postingan ini ga cocok sama judulnya ya? tapi ada yang nyambung 'kan? :p

Friday, March 16, 2007

Libur panjang..... ^-^

Yupz! Sampe ketemu hari Selasa depan.
Kalau saya sempat online, ya!
Rencananya mau beres2 ruangan.
Biar terasa sedikit lebih menyegarkan.
Banyak cerita yang ingin saya sampaikan sebelum liburan,
tapi saya tak sempat.
naskah yang tak kunjung selesai karena materi belum juga terkumpul lengkap
dan kalaupun sudah terkumpul
saya bingung
karena terlalu banyak referensi yang harus saya baca
dan simpulkan menjadi sebuah naskah... T_T

Jadi, sampai ketemu hari selasa di minggu yang akan datang, ya!
Selamat menikmati hari libur panjang *tiga hari!!!*!

Friday, March 9, 2007

It's Weekend Time

Ganti Lagee?? Hehe, jangan kaget... saya sepertinya udah ketularan jeng Nduti yang lagi sibuk pacaran sampe lupa ga ganti leotnya beberapa waktu ini... hehehe....

Karena saya sempat jatuh cinta sama drama Korea yang satu ini, dan pas lagi iseng brosing ke blogskin saya menemukannya, yasuwla... saya ambil paksa n jadikan leot baru blog ini. Beginilah kalau sedang iseng tanpa pekerjaan....

Eniwei, saya juga baru ngeh kalo kemarin (8/3) itu ternyata bukan hanya diperingati sebagai International Women's Day, tetapi juga Hari Ginjal Sedunia. Sebetulnya sudah diingatkan sama si Ibu yang ini, tapi saya lupa mencantumkan di postingan kemarin. Hehe... Well, semoga dengan adanya hari khusus untuk memperingati kedua hal tersebut, permasalahan yang berkaitan dengan kaum perempuan dan ginjal semua orang dapat terselesaikan dan berakhir dengan solusi yang terbaik.

Eh, hari Rabu (7/3) kemarin saya nonton Wimar's World. Lagi ngebahas tentang Republik Mimpi yang disomasi sama bapak Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil. Lucu, yah? Kenapa juga kalau yang bersangkutan yang diparodikan malah senang dan merasa tidak bermasalah, eh, si bapak ini koq malah gembar gembor mau kirim somasi. Meski mengatasnamakan pribadi *Sofyan Djalil* dan bukan Menkominfo, tapi tetap saja, toh?! Somasi yang nggak penting!! Dan sebetulnya, saya juga sedikit tersinggung dengan ucapannya kala ia mengumumkan niatnya untuk mensomasi beberapa waktu yang lalu.
masyarakat Indonesia belum cukup teredukasi untuk menerima program tayangan televisi yang demikian *kurang lebih begitu, ya... saya lupa kalimat pastinya*

Lalu salah siapa masyarakat Indonesia ini ga berpendidikan yang layak dan cukup?? Salah masyarakatnya sendiri? Memangnya yang suka makan duit jatahnya rakyat itu siapa, ya??? Haloww.... *pret dut cuih!*

Mau mensomasi? Silahkan saja! Tapi sungguh, jika benar somasi itu terjadi, ternyata memang bahwa pejabat Indonesia menganut prinsip "the king can do no wrong"! *pret dut cuih!*

Duh, besok sudah weekend, nih! Mau pergi? Enggak, ah! Saya malas! Mau bersantai saja di rumah. *lagian si Gentong semalem laporan kalo dy lagi demam kena flu* Met Weekend buat semua, ya!! =)

Thursday, March 8, 2007

Let's End the Impunity!!

Selamat Hari Perempuan Sedunia untuk semua kaum perempuan yang ada di muka bumi ini.

Kalo gak diingetin sama si Om yang satu ini, saya juga ga bakal ngeh kalo hari ini, 8 Maret 2007, adalah Hari Perempuan Sedunia atau bahasa kerennya International Women's Day. Makasih sudah diingatkan ya Om!

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah "Ending Impunity for Violence against Women and Girls" atau "Mengakhiri Kekebalan Hukum Terhadap Kekerasan Pada Perempuan dan Anak-anak (Perempuan)"

Seperti yang telah banyak diberitakan beberapa tahun belakangan ini, hampir setiap harinya terjadi kekerasan baru terhadap kaum perempuan. Bahkan hampir setiap harinya pula, ada di antara kaum perempuan yang tertindas tersebut meregang nyawa. Dan pelaku kejahatannya hanya diganjar dengan hukuman yang sangat ringan. Jauh lebih ringan daripada hukuman pembunuhan yang semestinya.

Keringanan hukum ini tentu dijatuhkan bukan tanpa alasan. Di banyak negara, kasus kekerasan dalam rumah tangga [entah itu kekerasan suami terhadap istri ataupun orangtua terhadap anak] ianggap berada dalam wilayah pribadi keluarga tersebut. Sehingga, pepemrintah negara tersebut, tidak dapat berbuat apa2 seandainya kekerasan tersebut terjadi hingga meminta korban nyawa.

Saya pernah melihat satu contoh kasus ini. Tidak dalam kehidupan pribadi saya, tetapi saya melihatnya di acara the Oprah's Show. Pada salah satu episodenya, Oprah membongkar praktek pembakaran pengantin wanita [Dowry Deaths atau Bride Burning] di sebuah daerah di India. Alasan yang dikemukakan oleh mereka yang melakukan kejahatan tersebut sangatlah mengerikan. Misalnya, karena uang mahar dari pihak perempuan tidak juga dilunasi kepada pihak laki-laki setelah beberapa waktu pernikahan, atau pihak laki-laki ingin berpoligami namun sang istri tidak menyetujuinya. Sungguh sangatlah mengecewakan! Hanya karena hal duniawi yang sepele, mereka mengorbankan nyawa seseorang.

Kejahatan tersebut tidak berhenti sampai di situ. Biasanya, saat ada korban yang datang ke rumah sakit, pihak rumah sakit hanya akan menampungnya tanpa memberikan pengobatan apapun bahkan setetes air pun tidak. Hingga akhirnya korban tersebut meregang nyawa di rumah sakit. Dan biasanya pula, pihak keluarga perempuan turut membiarkan kejadian ini. Bahkan, seandainya ada korban yang selamat, pihak keluarga akan mengembalikan perempuan tersebut ke keluarga suaminya untuk kemudian menjalani kehidupan yang lebih buruk dari kematian.

Mungkin sebagian orang tidak akan percaya bahwa hal ini benar2 terjadi. Tapi, percaya atau tidak, hal itu benar2 terjadi. Apakah pihak pemerintah India bisa menindak mereka? Mungkin Polisi India akan menangkap sang suami jika ada laporan. Tetapi pertanyaannya, apakah ada yang melapor? Kalaupun memang ada, seberapa kebal, sih, hukum di dunia ini terhadap aksi suap menyuap dengan uang?

Kisah itu hanyalah sebagian kecil kisah memilukan yang harus dihadapi sebagian perempuan di dunia ini. Masih banyak kasus tak terungkap yang jelas2 merugikan kaum perempuan. Dan untuk kasus2 yang memilukan tersebut, banyak pemerintahan yang tidak dapat menghukum si pelaku kejahatan hanya dikarenakan tidak memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk menghukumnya. Apakah negara kita memiliki hukum tersebut?

Saya bukanlah ahli hukum. Dan saya termasuk orang2 yang buta hukum. Saya tidak tahu menahu hukum2 apa saja, pasal berapa saja dalam kitab undang-undang hukum perdata ataupun pidana yang bisa dijatuhkan kepada pelaku kejahatan terhadap kaum perempuan. Dan saya juga tidak tahu, apakah kitab hukum yang dipegang di negara ini memiliki pasal untuk menghukum pelaku kasus kejahatan tersebut atau tidak. Namun, harus kita akui, supremasi hukum di negeri ini belumlah kuat. Masih banyak peradilan baik mengenai ataupun di luar kasus kejahatan terhadap kaum perempuan yang berakhir mengecewakan.

Perempuan adalah juga manusia. Hendaknya ia juga sama dihormati layaknya kaum laki-laki. Sedikit *kalau bisa sih banyak, hehe...* penghargaan atas apa yang dilakukan oleh perempuan akan turut membantu pengakhiran kekebalan hukum atas kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak.

[Tidak dipungkiri, memang, ada sebagian perempuan yang bersikap semena-mena terhadap kata "emansipasi". Dengan mengusung kata "emansipasi" mereka bersikap keterlaluan dengan menindas kaum pria dan kaumnya sendiri.]

Source: Wikipedia, UN, Oprah.com, memoar Burned Alive oleh Souad

Tuesday, February 13, 2007

Valentine's Day

Kecepetan satu hari, gapapa lah... =p




Hari Kasih Sayang, atau identik dengan nama Valentine's Day tengah ditunggu banyak orang. Mereka menunggu hari tersebut tiba agar dapat mengungkapkan rasa kasih dan sayang yang mereka rasakan pada orang tua, saudara, teman, sahabat, atau bahkan pasangan mereka. Meski memang, untuk mengungkapkannya sebetulnya tidak perlu menunggu hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Kasih sayang dapat diungkapkan kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja.

Hmm, jadi ingat artikel yang baru saja dibaca:


Romantis Setiap Saat Bikin Hubungan Awet

LONDON, SENIN - Anda ingin memiliki hubungan yang awet sentosa dengan pasangan Anda? Cobalah menyisakan sedikit waktu untuk beromantis-ria setiap harinya.

Formula inilah yang juga dilakoni pasangan paling awet di Inggris, Frank dan Anita Milford. Tahun ini, keduanya bakal merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-79 tahun. Keduanya menikah pada 26 Mei 1928.

Kepada the Daily Telegraph, Mr Milford, yang kini berusia 99 tahun, menuturkan jika dirinya selalu menyempatkan waktu setiap hari untuk bersikap romantis dengan istrinya. "Kami selalu melakukan bersama bahkan mencapai usia pernikahan kami yang ke-80 tahun," ujarnya.

"Berbagi cinta tak harus ketika merayakan Valentine’s Day, saling mencintai harus dilakukan setiap saat," tambahnya.

Hal serupa juga diamini Anita (98). "Banyak pasangan saat ini tak punya cukup waktu untuk berbagi, tidak cukup saling menghargai. Cinta itu adalah memberi dan menerima," katanya bijak. [...]



Baru2 ini, saya juga membaca ulang *dengan iseng tanpa berkaitan dengan hari kasih sayang* sebuah novel karya Ninit Yunita *one of my favorite Indonesian novelist* yang judulnya Test Pack. I really cried once more when I finished the reading. The love story between Kakang and Tata makes me so mellow and thinking about Gentong all the time *okay, sory for making you throw up with the Gentong thing*

Trus, tadi malem juga, Ibu yang tiba2 teringat bahwa sebentar lagi hari Valentine bertanya pada Ayah,
"Yah, mau ngasih apa ke Ibu? 'Kan Hari PalentinValentine," tanya Ibu.
"Apa, yah? Cium aja mau gag?" Jawab Ayah.

Busyet dah! Itu kakek ma nenek romantis amat yak??? Hehehe...

Update (14/02/07, 10:17 am)
Happy Valentine's Day to y'all!!
Have a very nice n sweet day
...
:x