Wednesday, February 28, 2007

ET = Emosi Tinggi

Yupz! Saya sedang emosi tinggi! Perempuan satu itu membuat saya emosi tinggi dengan tatapan dan sikap arogannya yang membuat darah saya mendidih! Apakah saya salah jika saya datang kemari untuk bekerja sekaligus juga bersenang-senang setelah saya menyelesaikan seluruh pekerjaan saya hari itu? Apakah saya salah jika saya bergau juga dengan rekan lainnya yang ada di gedung ini? Saya rasa bersosialisasi bukanlah suatu kesalahan! Dan juga BUKAN sesuatu yang harus diSIRIKi!!!

Bukan hanya perempuan itu yang membuat saya setengah gila berada di ruangan ini. Tapi kacungnya juga! Saya tidak pernah melarang sesiapapun menggunakan komputer di meja ini untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan atau untuk sekedar mengecek email atau akun friendster! Tapi saya selalu mengingatkan untuk tidak mengganggu apapun yang sedang saya lakukan dengan komputer ini sebelum saya menyerahkan komputer ini pada sesiapapun itu!

Dan itulah yang terjadi. Sepulang makan siang, semua halaman internet yang sedang saya buka tertutup begitu saja! Padahal banyak halaman penting yang berkaitan dengan pekerjaan saya yang sedang saya buka. Dan memang sengaja saya tinggalkan terbuka, agar sepulangnya saya dari makan siang saya bisa langsung mengerjakan semua tugas yang berkaitan dengan halaman2 internet itu! Tapi si kacung itu menutup semua halaman internet! Akibatnya? Saya harus kembali mengulang segala pencarian lewat mbah Google dan eyang Yahoo sekali lagi yang berarti saya menghabiskan lebih banyak waktu dari yang saya rencanakan! Dan itu juga bisa berarti

PULANG MALAM LAGI?????

Sudah cukup!
Lelah rasanya!

Tidak banyak yang bisa saya kisahkan. Sebetulnya sempat terlintas beberapa ide. Namun pekerjaan yang bertumpuk dan emosi tinggi membuat saya setengah hati menuliskan ide2 tersebut. Besok lagi sajalah, jika emosi ini sudah mereda.

{Bersabarlah, sayang. Hanya dengan sabar, kau bisa menyudahi semua kerumitan ini!}

Friday, February 23, 2007

Horor 'Hantu' Apa 'Bokep'?

Film bertema horor lagi jadi tren buat banyak sutradara Indonesia saat ini. Terbukti, bahkan Rudi Soedjarwo sang sutradara idealis pun mengikuti tren ini dengan menyutradarai film Pocong 2. Sebagai penikmat film, saya memang kurang begitu menyenangi film jenis yang satu ini. Makasih, deh, mo dibayar berapa pun juga *memang ada yang mo bayar?* saya gak bakal mau nonton film2 horor!! Daripada gak bisa tidur gara2 kebayang hantunya ngedatengin saya di malam hari! Hiiiiii.... *mimik wajah ketakutan*

Okay, that's a bit pathetic, I admit. Tapi, saya memang aselinya phobia dengan hal2 yang berbau hantu. Bahkan seandainya memungkinkan, saya memilih menghindari pergi melayat mereka yang sedang berduka. Bukan berarti saya tidak berempati pada mereka yang sedang berduka itu, ya. Hanya saja, terkadang sepulangnya dari tempat tersebut saya bermimpi horor tentang hantu. Jadi, saya memilih menghindarinya demi agar saya juga tidak terserang penyakit jantung akibat shock dari mimpi2 horor tersebut.

Balik lagi ke soal film horor. Barusan aja brosing, baca2 berita di koran onlen lokal. Terus nemu berita dengan title begini,
Film "Terowongan Casablanca" Bukan untuk Remaja
Agak aneh, ya, melihatnya. Secara aktor n aktrisnya pada ABeGe semua or at least digandrungi oleh para ABeGe itu! Yang selanjutnya saya lakukan, sudah pasti membacanya. Ternyata oh ternyata, bukan tanpa alasan artikel ini diberi judul demikian. Banyak adegan syur yang ditayangkan di dalam film horor ini!

Dan ternyata, fakta ini diakui oleh sang produser, bapak Shanker. Ada sebuah adegan yang mempertontonkan suasana sebuah klub malam lengkap dengan tarian semi striptease. lalu ada lagi sebuah adegan yang mempertontonkan suasana pesta dengan para peserta pestanya membuka baju atas bagian luar hingga hanya tampak pakaian dalamnya saja [baca: bra]. Buat sebuah film bertema horor, tentu adegan2 demikian terlampau berlebihan.

Tiba2 terlintas dibenak saya,
sebetulnya ini film tentang hantu, atau film bokep, sih?
In my opinion, film horor bertema hantu seharusnya lebih menonjolkan keseraman misteri dari sang hantu. Bukannya menonjolkan hal2 yang tidak berkaitan dengan horor hantu macam adegan vulgar. Film yang lebih menonjolkan adegan2 vulgar, sudah punya jenis dan kelasnya sendiri, yaitu blue film a.k.a film biru *apakah semua gambarnya berwarna biru? Jayuss!!*

Sekarang ini, yang selalu menyempatkan diri untuk pergi menonton film ke bioskop rata2 adalah remaja. Sedangkan mereka yang sudah berusia di atas kategori remaja, kebanyakan lebih memilih mencari vcd atau dvdbajakan untuk kemudian ditonton sendiri atau beramai2 dengan teman di rumah. Meski tidak dipungkiri, masih banyak juga yang memilih untuk menontonnya di bioskop sambil berkencan atau reuni-an dengan teman lama.

Nah, film Terowongan Casablanca ini diakui oleh sang produser memang ditujukan untuk penonton dewasa dan bukan remaja. Tetapi, melihat para aktor dan aktrisnya yang sebagian besar adalah remaja, bukan tidak mungkin banyak pula remaja yang ikut curi2 menontonnya. Lagipula, di Indonesia tidak ada larangan tertulis yang menyatakan bahwa remaja atau anak2 DILARANG menonton film yang dikhususkan bagi penonton dewasa. So, semakin besar pula peluang para remaja tersebut menontonnya di bioskop. Itu berarti, semakin besar pula kemungkinan bahwa ada di antara penonton remaja tersebut yang akan meniru beberapa adegannya.

Eniwei baidewei baswei, it's Friday means holiday for the next two days!! Barusan udah diserahin undangan liputan, sih, sama si Bozz. Tapi keknyah saya ga pergi. Yang pergi biar si fotografer ajah! Haha... saya bisa santai di rumah!! Tinggal hari Senin terima press release buat dibikin naskah ke si Bozz!! Hehe... *dasar wartawan rilisan!*

Happy Weekend, Fellas!!

Thursday, February 22, 2007

Rice Crisis

Hampir semua orang di bumi ini senang makan nasi. Bahkan di beberapa negara seperti Indonesia, nasi atau beras merupakan makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakatnya.

Saya, adalah salah satu dari sekian banyak pecinta beras. Buat saya, kalau sejak pagi belum makan nasi maka saya belum benar2 makan. Bahkan meski di pagi hari saya sudah makan roti plus minum susu *kaya bule2 di teve* tubuh saya tetap beranggapan belum ada asupan sarapan pagi untuk hari itu. Akibatnya, saya lemas sepanjang hari hingga tiba saatnya makan siang *yang biasanya kalo gitu pasti saya makan nasi* Ibu saya pun demikian. Belumlah lengkap jika dalam satu hari, Ibu tidak mengkonsumsi nasi.

Berita yang terdengar saat ini adalah, harga beras di pasaran naik hingga Rp. 5.350,- / kilogram untuk beras jenis IR-64 wichiz beras kualitas rendah dan merupakan beras yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Meski memang, pemerintah tengah mengusahakan agar harganya bisa turun ke level Rp. 3.700,- / kg dengan cara meningkatkan operasi pasar.

Tadi malem saya nonton acara Wimar's World-nya Om Wimar Witoelar di Jak TV. Lagi ngebahas tentang krisis beras yang kita hadapi saat ini. Sebetulnya, jumlah beras yang beredar di pasaran itu tidak berkurang atau sulit dicari. Jumlahnya tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita. Kalaupun, di daerah atau sekitar rumah kita ada yang menyatakan beras langka a.k.a susah dicari, itu bohong! Kenaikan harga beras saat ini tidak masuk akal karena hanya didasarkan pada asumsi dan kepercayaan terhadap angin yang membawa berita bohong!

Sejak dua tahun terakhir, harga beras memang selalu meningkat. Dan meningkatnya harga beras tersebut telah cukup membuat banyak berita masyarakat Indonesia yang kelaparan atau menderita busung lapar *dan jenis penyakit kelaparan lainnya* mencuat. Bahkan di beberapa daerah terpencil, banyak yang memilih untuk mengkonsumsi nasi aking. Mengetahui proses pembuatannya saja sudah membuat saya bersedih hati. Bagaimana tidak,
nasi aking itu berasal dari nasi beras biasa yang sudah basi, lalu dikeringkan, dicuci, dan dimasak kembali.
Entah seperti apa rasanya! *alhamdulillah, saya blom pernah sampe segitunya*

Oya, setelah nonton acara itu saya juga jadi tau bahwa Amerika Serikat ternyata merupakan negara pengimpor beras ke-4 terbesar di dunia! Hebat juga, sih, mengingat selama ini yang saya tau di negeri sana orang2nya lebih suka makan roti ato sereal! Hehehe....

Source page: KCM, perspektif